Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio Antonio Soal Interaksi dengan Anak-Anaknya

Jakarta — Ketegangan antara presenter Ruben Onsu dan kekasih mantan istrinya, Giorgio Antonio, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, Ruben melontarkan te

Jul 16, 2026 - 20:03
0 0
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio Antonio Soal Interaksi dengan Anak-Anaknya

Jakarta — Ketegangan antara presenter Ruben Onsu dan kekasih mantan istrinya, Giorgio Antonio, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, Ruben melontarkan teguran terbuka yang lebih tajam: ia meminta Giorgio berhenti bermain 'rumah-rumahan' bersama Sarwendah dan ketiga anaknya. Pernyataan ini bukan sekadar unek-unek personal, melainkan cerminan dinamika rumit dalam keluarga modern pasca-perceraian yang melibatkan figur publik.

Sumber terpercaya di lingkaran Ruben mengungkapkan, pemicu utama ketegangan ini adalah unggahan media sosial Giorgio yang kerap menampilkan momen kebersamaan dengan Sarwendah dan anak-anak Ruben — Thalia, Thania, dan Benzo. Foto-foto tersebut, meski tampak hangat dan harmonis, justru menggores luka lama yang belum sepenuhnya pulih bagi Ruben selaku ayah kandung.

Akar Konflik: Batas Tipis Antara Kasih Sayang dan Pelanggaran Privasi

Perceraian Ruben dan Sarwendah yang terjadi pada 2024 lalu memang disepakati berjalan damai. Keduanya sepakat menjalankan co-parenting demi kesejahteraan psikologis anak-anak. Namun, kehadiran Giorgio sebagai figur baru dalam hidup Sarwendah menciptakan friksi tak terhindarkan. Dalam konteks ini, Ruben merasa perannya sebagai ayah mulai tersamarkan oleh kehadiran Giorgio yang terlalu cepat mengambil peran domestik.

"Saya tidak melarang siapa pun dekat dengan anak-anak saya. Tapi ada batasan yang harus dihormati," ujar Ruben dalam wawancara eksklusif melalui sambungan telepon.

"Mereka bukan boneka untuk konten. Jangan bikin narasi seolah-olah keluarga baru sudah terbentuk. Itu menyakiti anak-anak, dan menyakiti saya sebagai ayah."

Pengamat psikologi keluarga, Dr. Ratna Sari Dewi, menilai kasus ini sebagai fenomena umum dalam dinamika perceraian yang jarang dibahas secara terbuka. "Orang tua kandung sering mengalami kecemasan identitas ketika mantan pasangannya membawa figur baru, terutama jika anak-anak masih sangat muda dan mudah terbentuk ikatan emosionalnya," jelasnya.

Pola Komunikasi yang Bermasalah

Yang menarik dari konflik ini bukan hanya substansi keberatan Ruben, melainkan pola penyampaiannya. Alih-alih menyelesaikan secara privat — mengingat Sarwendah dan Ruben masih memiliki jalur komunikasi langsung — teguran justru dilontarkan melalui pernyataan publik. Hal ini menimbulkan spekulasi: apakah Ruben sengaja membangun tekanan sosial, atau justru ini adalah bentuk keterbukaan terhadap publik yang selama ini ia bangun melalui citra sebagai figur ayah yang dekat dengan anak-anaknya?

Di sisi lain, Giorgio Antonio belum memberikan respons resmi atas teguran terbaru ini. Pria yang dikenal memiliki gaya hidup low-profile ini terakhir kali terlihat bersama Sarwendah dalam acara amal dua pekan lalu — tanpa anak-anak Ruben. Beberapa warganet justru membelanya, menyebut bahwa Giorgio hanyalah teman baik Sarwendah yang kebetulan dekat dengan anak-anak karena frekuensi pertemuan yang tinggi.

Dampak pada Anak-Anak: Siapa yang Paling Rentan?

Ketiga anak Ruben dan Sarwendah — Thalia (12), Thania (8), dan Benzo (4) — berada pada fase perkembangan yang berbeda-beda. Psikolog anak memperingatkan bahwa eksposur terhadap konflik orang tua di ruang publik bisa memicu kebingungan identitas, terutama bagi Thalia yang sudah memasuki usia remaja dan mulai memahami dinamika sosial. Studi dari American Academy of Pediatrics tahun 2025 mencatat, anak-anak dari keluarga selebritas yang mengalami perceraian memiliki risiko 2,3 kali lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan sosial jika konflik orang tua tersaji secara publik.

Penting untuk dicatat, dalam hukum keluarga Indonesia, tidak ada regulasi spesifik yang melarang pasangan baru mantan istri untuk berinteraksi dengan anak dari pernikahan sebelumnya — selama interaksi tersebut tidak membahayakan anak secara fisik maupun psikologis. Artinya, secara legal, Giorgio tidak melanggar aturan apa pun. Namun, secara moral dan etika, Ruben memiliki hak untuk menyuarakan kekhawatirannya.

Respon Sarwendah: Diam atau Strategi?

Sarwendah, sebagai figur sentral dalam segitiga hubungan ini, memilih jalur yang cenderung defensif: diam. Tidak ada unggahan media sosial yang merespons, tidak ada klarifikasi, tidak ada konferensi pers. Sikap ini bisa dibaca ganda — sebagai upaya meredam eskalasi, atau justru bentuk pengabaian terhadap keresahan Ruben.

Yang jelas, posisi Sarwendah tidak mudah. Di satu sisi, ia memiliki hak penuh untuk membangun kehidupan baru pasca-perceraian. Di sisi lain, ia juga harus menjaga keseimbangan emosional anak-anak dan menghormati peran Ruben sebagai ayah.

"Dilema ibu tunggal yang berkarier di dunia hiburan itu nyata. Mereka dituntut tetap profesional, menjadi ibu yang hadir, sekaligus mengelola citra di mata publik,"
ungkap Rina Anggraeni, jurnalis hiburan senior yang telah meliput perjalanan rumah tangga Ruben-Sarwendah sejak awal.

Apa yang Bisa Dipelajari Publik?

Di luar sensasi gosip selebritas, kasus ini menyimpan pelajaran berharga bagi keluarga Indonesia pada umumnya. Perceraian bukanlah akhir dari tanggung jawab sebagai orang tua. Justru, perceraian menuntut tingkat komunikasi yang lebih matang dan kesepakatan yang lebih eksplisit tentang batasan-batasan yang harus dijaga oleh masing-masing pihak — termasuk saat membawa figur baru ke dalam kehidupan anak-anak.

Konselor keluarga, M. Faisal, menyarankan agar Ruben, Sarwendah, dan Giorgio duduk bersama dengan mediator profesional. "Bukan untuk menghakimi siapa yang benar atau salah, tapi untuk menyusun protokol interaksi yang jelas demi anak-anak. Ini bukan soal ego orang dewasa, ini soal masa depan tiga anak yang tidak bisa memilih orang tua mereka," tegasnya.

Publik kini menunggu: akankah Ruben dan Giorgio menemukan titik temu, atau justru ketegangan ini akan berlarut-larut menjadi drama berkepanjangan? Yang pasti, anak-anak pantas mendapatkan lingkungan yang stabil — bukan panggung teater bagi perselisihan orang dewasa.

[SOCIAL_TWEET]: Ruben Onsu tegur keras Giorgio Antonio: "Jangan main rumah-rumahan dengan anak-anak saya." Drama co-parenting ini makin memanas. Siapa yang paling dirugikan? Anak-anak. #RubenOnsu #Sarwendah #CoParenting[SOCIAL_TG]: 🔥 Ruben Onsu tegur pacar Sarwendah: "Jangan bikin narasi keluarga baru, itu menyakiti anak-anak!" Giorgio diam, Sarwendah belum respons. 🍿

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User