Penalti Spanyol Sah Meski Lamine Yamal Terlibat Kontroversi
SEMIFINAL PIALA DUNIA 2026 — Keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Spanyol dalam laga melawan Prancis memicu perdebatan sengit. Banyak pihak mempe
SEMIFINAL PIALA DUNIA 2026 — Keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Spanyol dalam laga melawan Prancis memicu perdebatan sengit. Banyak pihak mempertanyakan keabsahan penalti tersebut setelah Lamine Yamal diduga melakukan handball sebelum pelanggaran terjadi. Namun, berdasarkan analisis peraturan IFAB dan keputusan VAR, penalti tersebut dinyatakan sah.
Kronologi Insiden Handball Lamine Yamal
Pada menit ke-68, saat kedudukan masih imbang 1-1, pemain sayap Spanyol Lamine Yamal menerima bola di sisi kanan kotak penalti. Ia kemudian mencoba melewati bek Prancis, namun bola memantul dan mengenai tangannya. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, awalnya tidak menganggap itu sebagai pelanggaran, dan Prancis segera melakukan serangan balik. Namun, VAR menghentikan permainan. Setelah meninjau tayangan ulang, Tello memutuskan untuk menganulir serangan Prancis dan memberikan penalti kepada Spanyol karena pemain Prancis, Jules Koundé, menjatuhkan Yamal di area terlarang.
"Handball Lamine Yamal memang terjadi, tapi itu tidak memutuskan serangan yang jelas. Bola tidak mengarah ke gawang, dan tangannya dalam posisi wajar. Yang menjadi dasar penalti adalah pelanggaran Koundé, bukan handball Yamal," jelas analis wasit ternama, Pierluigi Collina, dalam program TV Italia.
Aturan Handball dalam Sepak Bola
Menurut Laws of the Game IFAB 2025/2026, handball dianggap pelanggaran jika:
- Pemain sengaja menyentuh bola dengan tangan/lengan.
- Tangan/lengan dalam posisi tidak wajar (membuat tubuh lebih besar).
- Bola langsung masuk gawang setelah menyentuh tangan.
- Pemain mencetak gol langsung dengan tangan.
Dalam insiden Yamal, bola mengenai tangannya setelah memantul dari kaki sendiri. Posisi tangannya saat itu dekat dengan badan dan tidak membesar secara tidak wajar. Selain itu, handball terjadi di fase permainan yang tidak langsung menghasilkan gol atau peluang emas. Karena itu, wasit berhak melanjutkan permainan atau memberikan keuntungan. Namun, yang terjadi justru Prancis melakukan serangan setelahnya, lalu pelanggaran terjadi di area penalti. VAR menyarankan wasit untuk meninjau potensi penalti, bukan handball.
Keputusan VAR dan Wasit Final
Prosedur VAR memungkinkan wasit untuk meninjau insiden penting yang terlewat. Dalam kasus ini, wasit tidak melihat pelanggaran Koundé karena matanya fokus pada bola. Setelah tinjauan, Tello memutuskan penalti dan tidak menganggap handball Yamal sebagai pelanggaran karena memenuhi kriteria pengecualian. Keputusan ini konsisten dengan pedoman IFAB yang menyatakan bahwa handball yang tidak disengaja dalam fase build-up tidak boleh menghukum tim yang terkena.
"Wasit sudah tepat. Hukumnya jelas: handball Yamal bukan pelanggaran, sehingga permainan berlanjut. Pelanggaran Koundé yang terjadi setelahnya adalah penalti. Tidak ada kontroversi dari sisi peraturan," tegas mantan wasit Premier League, Mark Halsey, di akun X-nya.
Reaksi Publik dan Media
Meski demikian, fans Prancis dan beberapa analis merasa dirugikan. Mereka berargumen bahwa handball Yamal seharusnya menghentikan permainan sebelum penalti terjadi. Namun, pandangan itu ditolak oleh mayoritas pakar. Media Spanyol seperti Marca dan AS menyebut keputusan wasit sebagai "tepat dan berani". Sementara media Prancis L'Équipe lebih kritis, menyoroti inkonsistensi dalam interpretasi handball.
Statistik menunjukkan bahwa sejak 2024, hanya 15% handball yang tidak disengaja di area lawan yang berujung pelanggaran. Sebaliknya, 85% handball yang disengaja atau dalam posisi tidak wajar dihukum. Insiden Yamal masuk dalam kategori pertama.
Kesimpulan Ahli dan Implikasi
Keputusan wasit ini mempertegas bahwa penalti tidak dianulir hanya karena ada handball sebelumnya, selama handball tersebut bukan pelanggaran. Dalam skema peraturan, wasit memiliki diskresi untuk mengevaluasi setiap insiden secara independen. Dengan kata lain, Spanyol berhak mendapatkan penalti, dan kemenangan 2-1 mereka atas Prancis adalah hasil yang sah menurut hukum permainan.
Insiden ini kembali memicu diskusi tentang perlunya klarifikasi lebih lanjut dalam aturan handball, terutama terkait posisi tangan saat pemain sedang terjatuh atau berusaha menjaga keseimbangan. Namun, untuk pertandingan ini, tidak ada kesalahan prosedural yang dilakukan.
[TAGS]: Lamine Yamal, Spanyol, Prancis, Piala Dunia 2026, handball kontroversi, penalti sepakbola, VAR
[SOCIAL_TWEET]: Penalti Spanyol sah? Begini penjelasan aturan handball yang bikin fans Prancis kecewa. Jangan lewatkan analisis lengkapnya! #PialaDunia202 #SpainVsFrance #Sepakbola
[SOCIAL_FB]: Penalti kontroversial di semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis akhirnya terjawab. Mengapa handball Lamine Yamal tidak menggagalkan penalti? Simak ulasan lengkapnya di artikel ini!
[SOCIAL_TG]: ⚽ Penalti Spanyol vs Prancis: handball Yamal bukan pelanggaran, wasit benar! Baca analisis aturan selengkapnya. 🔗
[SOCIAL_THREADS]: ngomongin penalti spanyol, sebenernya aturan handball tuh udah jelas. yamal ga sengaja, tangannya wajar, jadi lanjut. pelanggaran kounde ya penalti. gitu aja kok repot. 🤷♂️
Comments (0)