Raker DPRD Medan 2026 Tegaskan Program Kerja Berpihak ke Masyarakat
MEDAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (
MEDAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026) malam. Forum strategis ini digelar dalam rangka menyusun Program Kerja DPRD Kota Medan Tahun 2027, dengan penegasan kuat bahwa seluruh rumusan kegiatan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Pembukaan raker dihadiri langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, yang didampingi Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen serta dua Wakil Ketua DPRD Medan, yakni H. Zulkarnaen dan H. Rajuddin Sagala. Kehadiran pimpinan eksekutif dan legislatif dalam satu forum menjadi sinyal kuat upaya membangun sinergi sejak tahap awal perencanaan program.
Kronologi Pembukaan Raker di Sibolangit
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, rangkaian kegiatan raker berlangsung dengan agenda padat. Berikut urutan jalannya kegiatan:
- Minggu (2/8/2026) malam — Pembukaan Raker DPRD Kota Medan Tahun 2026 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, dihadiri Wali Kota Medan beserta pimpinan dewan.
- Usai pembukaan — Wali Kota Rico Waas menyampaikan arahan mengenai pentingnya sinergi eksekutif-legislatif dalam penyusunan program kerja.
- Sesi berikutnya — Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini menegaskan orientasi pelayanan masyarakat sebagai muara seluruh program kerja.
- Tahap pembahasan — Seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) merumuskan program kerja masing-masing, dengan masukan dari narasumber yang diundang DPRD.
- Penutupan rangkaian — Hasil raker akan disampaikan secara resmi kepada publik di akhir kegiatan.
Rico Waas Dorong Sinergi Eksekutif-Legislatif
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya penyelarasan program Pemerintah Kota Medan dengan dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari RPJMD, RPJMN, hingga berbagai program prioritas daerah. Menurutnya, penyusunan program harus adaptif terhadap perkembangan dan persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk tantangan ekonomi dan sosial.
"Problem-problem di masyarakat harus kita serap agar program yang dikembalikan kepada masyarakat benar-benar efektif," ujar Rico usai pembukaan raker.
Rico berharap program kerja yang dihasilkan dari raker ini mampu berjalan efektif, efisien, dan berdampak langsung bagi warga Kota Medan. Ia menilai, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sejak tahap perumusan akan memperkecil risiko program yang tidak tepat sasaran.
Banjir, Kesehatan, dan Pendidikan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga memetakan sejumlah isu prioritas yang tetap menjadi perhatian Pemko Medan. Ketiga sektor strategis itu meliputi:
- Penanganan banjir — diarahkan pada perbaikan dan penataan sistem drainase di berbagai kawasan rawan genangan.
- Sektor kesehatan — penguatan layanan kesehatan masyarakat agar lebih mudah diakses seluruh lapisan warga.
- Sektor pendidikan — peningkatan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang pembangunan kota.
Tia Ayu Anggraini: Semua Program Harus Melayani Masyarakat
Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra, Tia Ayu Anggraini, menegaskan bahwa seluruh program kerja yang dirumuskan dalam raker tidak boleh kehilangan arah. Setiap kegiatan dewan, katanya, wajib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Apapun ceritanya, kita harus melayani masyarakat. Dalam rapat kerja ini, nanti di akhir akan kami sampaikan hasil raker. DPRD juga mengundang narasumber untuk memberikan masukan, dan seluruh kegiatan yang kami laksanakan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Tia usai pembukaan raker.
Cakupan Pembahasan Seluruh Alat Kelengkapan Dewan
Tia menjelaskan, pembahasan dalam raker mencakup seluruh Alat Kelengkapan Dewan, mulai dari Komisi I hingga Komisi IV, Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Bamus), hingga Badan Kehormatan Dewan (BKD). Seluruh program dibahas secara terarah agar kegiatan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan publik.
"Fokus kerja tentu pada program-program di AKD kita, baik komisi, Banggar, Bamus, maupun BKD. Semua program dibahas agar kegiatan yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan," tuturnya.
Keterlibatan Narasumber dan Kepatuhan Regulasi
Salah satu poin penting dalam raker kali ini adalah keterlibatan narasumber eksternal yang diundang DPRD untuk memberikan masukan. Langkah ini dinilai memperkaya perspektif dewan dalam merumuskan program, sekaligus memastikan setiap rencana kegiatan berdiri di atas koridor hukum yang tepat.
Dengan berlangsungnya raker ini, publik Kota Medan kini menanti hasil konkret berupa program kerja 2027 yang tidak sekadar tercatat di atas kertas, melainkan benar-benar terasa manfaatnya — mulai dari penanganan banjir yang lebih serius, layanan kesehatan yang merata, hingga pendidikan yang berkualitas. Hasil akhir raker dijanjikan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
[SOCIAL_TWEET]: Raker DPRD Medan 2026 resmi digelar di Sibolangit! Rico Waas dorong sinergi eksekutif-legislatif, Tia Ayu tegaskan semua program harus melayani masyarakat. Banjir, kesehatan & pendidikan jadi prioritas. #Medan #DPRDMedan[SOCIAL_TG]: 🏛️ RAKER DPRD MEDAN 2026 DPRD Kota Medan gelar Rapat Kerja di Sibolangit untuk menyusun Program Kerja 2027. 📌 Poin penting: • Rico Waas dorong sinergi eksekutif-legislatif • Prioritas: banjir, kesehatan, pendidikan • Tia Ayu Anggraini: semua program harus melayani masyarakat • Pembahasan mencakup Komisi I-IV, Banggar, Bamus, dan BKD Selengkapnya di Beritatercepat.com
Comments (0)