BERITATERCEPAT.COM, MEDAN — Gelombang protes terhadap peredaran gelap narkotika kembali menggema di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Melawan Oligarki (GEMALAKI) menggelar aksi unjuk rasa mendesak di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), Jalan Sisingamangaraja KM 10,5, Medan, pada Kamis (10/9/2026) sore. Dengan mengibarkan spanduk tuntutan dan membentangkan poster kecaman, para mahasiswa menyuarakan kegelisahan mendalam atas dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang kian masif di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini menjadi bentuk kejenuhan publik terhadap penanganan kasus narkoba di tingkat lokal. Para mahasiswa menilai, langkah penegakan hukum di tingkat resor belum mampu menyentuh akar permasalahan maupun aktor intelektual di balik bisnis barang haram tersebut. Oleh karena itu, GEMALAKI memilih mendatangi pimpinan Polda Sumut secara langsung untuk menyerahkan berkas laporan khusus yang memuat pemetaan lokasi dan jaringan peredaran sabu di Labuhanbatu.
Aksi Unjuk Rasa dan Penyerahan Data 7 Lokasi
Dalam orasi politiknya, perwakilan GEMALAKI membeberkan indikasi kuat keberadaan 7 lokasi utama yang diduga menjadi pusat transaksi dan penyalahgunaan sabu di Kabupaten Labuhanbatu. Tidak hanya sekadar menyebutkan titik wilayah, massa aksi juga membawa daftar inisial nama-nama pihak yang disinyalir bertindak sebagai penyedia maupun pengendali lapak narkoba tersebut.
"Kami datang ke Mapolda Sumut bukan tanpa dasar. Kami membawa data lapangan mengenai tujuh titik peredaran sabu yang sangat meresahkan warga Labuhanbatu. Kami menegaskan bahwa masyarakat sudah sangat jenuh dengan pembiaran ini, dan Kapolda Sumut harus segera turun tangan secara langsung!" ujar orator aksi di atas mobil komando.
Massa menyuarakan keprihatinan atas dampak sistematis barang haram ini terhadap generasi muda di Labuhanbatu. Menurut mereka, apabila praktik haram tersebut dibiarkan tanpa tindakan tegas dan transparan, maka masa depan daerah akan terancam oleh maraknya kriminalitas sekunder yang dipicu oleh kecanduan narkoba.
Pemetaan Ringkasan Tuntutan dan Indikasi Lapangan
Untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai substansi aksi GEMALAKI di Mapolda Sumut, berikut adalah rangkuman poin-poin utama yang disuarakan oleh massa aksi:
| Kategori | Rincian Temuan / Tuntutan | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Lokasi Terindikasi | 7 titik rawan penyalahgunaan & transaksi sabu di Labuhanbatu | Penggerebekan dan penutupan permanen lapak narkoba |
| Aktor Terlibat | Sejumlah inisial nama yang diduga sebagai bandar/pengendali | Penangkapan tanpa pandang bulu hingga aktor utama |
| Tuntutan Utama | Supervisi & pengambilalihan kasus oleh Polda Sumut | Penegakan hukum yang transparan dan akuntabel |
Desakan Evaluasi dan Penindakan Tanpa Kompromi
Selain mendesak pengusutan tuntas atas 7 lokasi rawan sabu tersebut, GEMALAKI juga menuntut pimpinan Polda Sumut untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polres Labuhanbatu. Mahasiswa mempertanyakan efektivitas penindakan di tingkat daerah yang dinilai lamban dalam merespons aduan serta laporan dari masyarakat setempat.
Mereka menegaskan pentingnya komitmen Polri untuk tidak mentoleransi oknum-oknum yang mencoba memberikan perlindungan atau 'backing' terhadap jaringan bisnis gelap ini. Pembersihan internal dianggap sebagai syarat mutlak agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat dipulihkan secara penuh.
"Pemberantasan narkoba tidak boleh hanya menjadi slogan kosong. Kami menantang jajaran Kepolisian Sumatera Utara untuk membuktikan keberanian mereka dalam menyikat bersih seluruh bandar narkoba di Labuhanbatu tanpa tebang pilih," tegas koordinator lapangan GEMALAKI dalam pernyataan resminya.
Aksi massa berakhir setelah perwakilan dari Polda Sumut menemui para demonstran untuk menerima dokumen aspirasi dan laporan tertulis secara resmi. Pihak kepolisian berjanji akan mempelajari seluruh data yang diserahkan dan menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. GEMALAKI menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada tindakan nyata berupa penangkapan para pelaku dan pembersihan lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkoba di Labuhanbatu.
Comments (0)