Di bawah bayang-bayang gelombang pasang air laut yang terus menggenangi kawasan pesisir, gemercik air keruh tak sedikit pun menyurutkan langkah Pemerintah Kota Medan untuk hadir di tengah masyarakat. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri, menyusuri sudut-sudut pemukiman padat di Kecamatan Medan Belawan pada Sabtu pagi. Langkah nyata ini menjadi bagian dari agenda rutin mingguan untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi juga menyasar kawasan pesisir yang paling membutuhkan perhatian ekstra.
Suasana gotong royong yang berlangsung hangat terlihat kontras dengan pekatnya genangan air rob yang kerap menyelimuti wilayah Medan bagian Utara tersebut. Mengenakan pakaian kerja lapangan, Rico Waas dan Saipul Bahri menyapa satu per satu warga, mendengarkan keluh kesah secara langsung, serta ikut membersihkan saluran drainase. Kehadiran para pimpinan daerah ini disambut antusias oleh puluhan warga yang merindukan solusi jangka panjang atas permasalahan ekologis dan sosial yang selama bertahun-tahun membelit pemukiman mereka.
Tantangan Kronis Banjir Rob dan Pembenahan Pesisir
Kawasan Belawan dikenal sebagai salah satu titik paling rawan banjir pasang surut air laut (rob) di Sumatra Utara. Fenomena alam yang berulang ini tidak hanya merusak fasilitas umum dan bangunan tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan pekerja pelabuhan. Dalam dialog interaktif tersebut, penanganan rob menjadi isu paling dominan yang disampaikan oleh warga setempat.
"Kita menyaksikan secara langsung bagaimana Belawan masih membutuhkan pembenahan infrastruktur secara komprehensif dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Pemerintah Kota Medan bersama DPRD tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini terus berulang tanpa penanganan konkret," tegas Wali Kota Medan, Rico Waas di sela-sela peninjauan.
Pemetaan Aspirasi Utama Warga Belawan
Dalam kunjungan kerja ini, berbagai persoalan krusial berhasil diinventarisasi oleh tim eksekutif dan legislatif. Politikus Partai NasDem, Saipul Bahri, menegaskan bahwa kehadiran lembaga legislatif dalam peninjauan lapangan ini sangat vital untuk mengawal anggaran serta memastikan program Pemko Medan tepat sasaran di kawasan pesisir.
Beberapa poin utama aspirasi yang berhasil dihimpun dari warga Belawan antara lain:
- Banjir Rob dan Normalisasi Drainase: Kebutuhan mendesak akan penataan tanggul pesisir dan perbaikan sistem polder air yang lebih efektif.
- Infrastruktur dan Penerangan Jalan: Perbaikan akses jalan pemukiman yang rusak terkikis air asin serta penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
- Pemberdayaan Ketenagakerjaan: Pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda lokal agar mampu bersaing di sektor industri pelabuhan dan logistik.
- Bantuan Sosial dan Kesehatan: Kejelasan validasi data penerima bansos serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pesisir.
Berikut adalah ringkasan pemetaan prioritas masalah dan rencana penanganan terpadu di kawasan Medan Belawan:
| Fokus Masalah | Dampak Terhadap Warga | Rencana Penanganan Pemko & DPRD |
|---|---|---|
| Banjir Pasang Rob | Merusak sanitasi dan pemukiman warga | Pembangunan tanggul pelindung & penataan drainase |
| Penerangan Jalan Umum | Potensi kerawanan kejahatan malam hari | Pemasangan titik LPJU baru di lorong warga |
| Distribusi Bantuan Sosial | Ketimpangan ekonomi warga kurang mampu | Pembaruan data penerima Bansos secara presisi |
Sinergi Eksekutif-Legislatif Pertajam Kebijakan
Menanggapi berbagai masukan warga, Saipul Bahri menyatakan kesiapannya untuk membawa seluruh catatan aspirasi ini ke meja pembahasan anggaran di DPRD Kota Medan. Menurutnya, pembenahan Belawan memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan lintas instansi, mulai dari tingkat daerah hingga kementerian pusat.
"Penanganan kawasan Medan Utara tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut hajat hidup ribuan keluarga pesisir," ujar Saipul Bahri dengan penuh penekanan. Beliau menambahkan bahwa sinergi yang solid antara legislatif dan Wali Kota Rico Waas menjadi kunci utama agar alokasi APBD benar-benar menitikberatkan pada perbaikan kualitas hidup masyarakat Belawan.
Kegiatan yang diakhiri dengan aksi bersih-bersih lingkungan ini menjadi bukti konkret keberpihakan pimpinan daerah. Pemko Medan berkomitmen untuk terus melanjutkan agenda peninjauan lapangan secara konsisten demi memastikan setiap program pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh warga Kota Medan.
Comments (0)