Proyek Kelandaian Terowongan Samarinda Mandek, Pemkot Prioritaskan Bayar Utang Daerah
SAMARINDA — Langit senja di atas Terowongan Jalan menampilkan siluet megah konstruksi yang telah lama dinanti warga. Lalu lintas melaju dua arah, menembus
SAMARINDA — Langit senja di atas Terowongan Jalan menampilkan siluet megah konstruksi yang telah lama dinanti warga. Lalu lintas melaju dua arah, menembus bukit yang dulu menjadi mimpi buruk pengendara. Namun di balik kemulusan akses tersebut, tersimpan kekhawatiran yang tak kunjung usai: proyek penataan lereng yang belum tuntas menjadi ancaman laten bagi para pengguna jalan.
Buffy melaporkan langsung dari titik terjal di sisi selatan terowongan, di mana alat berat terparkir mati. Rumput liar mulai meninggi. Aktivitas pekerja tak lagi terdengar. Proyek lanjutan senilai puluhan miliar rupiah itu kini terkatung-katung, bukan karena masalah teknis, melainkan tersandung jurang bernama prioritas fiskal.
Struktur Utama Aman, Tapi Lereng Curam Mengintai
Jantung terowongan sepanjang kurang lebih 400 meter itu sendiri dinyatakan kokoh secara struktural. Dinding penyangga berdiri gagah, sistem drainase internal berfungsi optimal, dan pelat beton badan jalan belum menunjukkan gejala keretakan berarti. Inspeksi terakhir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda memberikan lampu hijau untuk operasional penuh terowongan. Masalah bersarang di sisi luar. Kontur tanah asli di mulut terowongan masih menyisakan kemiringan ekstrem di atas 45 derajat. Tanpa penanganan geoteknik yang memadai—berupa terasering, shotcrete, atau dinding penahan tanah sistematis—potensi longsor saat curah hujan tinggi tetap menghantui."Body terowongan sudah tidak ada masalah. Justru yang kami khawatirkan itu area lereng di entrance selatan. Kalau dibiarkan terlalu lama tanpa perkuatan permanen, risiko abrasi tanah akan meningkat setiap musim hujan," ungkap Kabid Bina Marga PUPR Samarinda dalam sesi wawancara eksklusif.
Comments (0)