Pria Pelaku Penyekapan Pacar Selama 3 Tahun di Bandung Kabur saat Hendak Ditangkap Polisi
Jakarta - Tim kepolisian dari Polda Jawa Barat masih memburu seorang pria berinisial TH yang diduga kuat telah melakukan penyekapan dan penyiksaan terhadap pacarnya, YTR (29), selama kurun waktu tiga
Jakarta - Tim kepolisian dari Polda Jawa Barat masih memburu seorang pria berinisial TH yang diduga kuat telah melakukan penyekapan dan penyiksaan terhadap pacarnya, YTR (29), selama kurun waktu tiga tahun di wilayah Bandung. Upaya penangkapan yang dilakukan beberapa kali terpaksa belum membuahkan hasil karena tersangka selalu berhasil meloloskan diri.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun media kami, peristiwa pilu ini terkuak setelah pihak keluarga korban menerima pesan misterius dari pengirim yang tidak dikenal. Pesan tersebut menyebutkan bahwa YTR tengah dirawat dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit. Keluarga segera mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam keadaan mengenaskan dengan sejumlah luka fisik.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap keberadaan tersangka. “Memang dari beberapa hasil mapping kita, tersangka ini berpindah-pindah. Hampir setiap kali kita lakukan penggerebekan, yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (22/6/2026).
Kronologi Pelarian dan Upaya Penangkapan
Menurut informasi sementara, YTR diduga telah disekap di sebuah rumah kontrakan di pinggiran Kota Bandung sejak tahun 2023. Selama tiga tahun itu, korban mengalami kekerasan fisik dan mental secara berulang. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui kondisi korban karena komunikasi dengan YTR terputus total sejak kejadian.
Polisi menyebut TH kerap berpindah lokasi persembunyian dalam waktu singkat sehingga menyulitkan proses penangkapan. Beberapa kali upaya penyergapan di sejumlah titik di Bandung dan sekitarnya tidak membuahkan hasil karena tersangka seolah sudah mengetahui pergerakan petugas. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang membantu pelarian TH, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi persembunyian dan tempat-tempat yang kerap disinggahi tersangka.
Sementara itu, kondisi korban hingga kini masih dalam pantauan intensif medis. Pihak kepolisian berjanji akan terus mengejar pelaku dan meminta masyarakat yang melihat keberadaan TH untuk segera melapor. Kasus ini kini tengah didalami lebih lanjut oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.
Comments (0)