Prabowo Singgung Politik Cak Imin: Dulu Lawan, Kini Sejawat

Presiden Prabowo Subianto menyinggung dinamika politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang sempat menjadi lawan kontestasi, namun kini berdiri di barisannya. Sindiran hal...

Jul 12, 2026 - 20:01
0 0
Prabowo Singgung Politik Cak Imin: Dulu Lawan, Kini Sejawat

Presiden Prabowo Subianto menyinggung dinamika politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang sempat menjadi lawan kontestasi, namun kini berdiri di barisannya. Sindiran halus itu disampaikan Prabowo dalam sebuah acara konsolidasi pemerintah, mengingatkan publik bahwa perubahan kiblat politik bisa terjadi sangat cepat dalam pusaran kekuasaan.

Dari Kotak Debat ke Lingkaran Istana

Pada Pemilu Presiden 2024 lalu, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin adalah calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Duet itu diusung Koalisi Perubahan yang berhadapan langsung dengan pasangan Prabowo-Gibran. Debat publik saat itu menyorongkan Cak Imin sebagai pengkritik vokal sejumlah program kerja Prabowo. Namun kurang dari dua tahun setelah hasil pemilu, PKB telah bergabung dalam koalisi pemerintah dan Cak Imin menduduki salah satu pos strategis di kabinet. Perubahan ini menjadi perbincangan hangat, apalagi setelah Prabowo mengangkat topik itu secara terbuka.

Di hadapan para kader dan pejabat, Prabowo menyebut bahwa dirinya tidak pernah mendendam. “Dulu kita berbeda, bahkan berseberangan dalam mimbar-mimbar debat. Sekarang semuanya sudah seia sekata, bukan karena kepentingan pribadi, tetapi demi 280 juta rakyat Indonesia,” ujarnya dengan nada santai namun sarat makna. Hadirin menyambut dengan tepuk tangan, sementara Cak Imin terlihat tersenyum tipis dari kursinya.

Sindiran itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintahan Prabowo membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkontribusi, tanpa memandang sejarah pertarungan masa lalu. Namun di sisi lain, pernyataan tersebut dinilai sebagai kontrol politis agar para mantan lawan tidak cepat melupakan asal-usul mereka.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ujang Komarudin menilai, gaya komunikasi Prabowo ini menggabungkan elemen rekonsiliasi dan peringatan. “Ini cara Prabowo tetap memegang kendali, sambil menunjukkan inklusivitas. Pesannya jelas: kabinet ini besar, tapi yang memimpin tetap saya, jadi jangan coba-coba keluar jalur lagi,” kata Ujang.

Menariknya, Cak Imin tidak terlihat terganggu. Usai acara, ia justru menegaskan komitmen PKB untuk mendukung penuh agenda pemerintah. “Kami hadir untuk mengawal visi besar Pak Prabowo. Tidak ada lagi istilah oposisi atau koalisi sempit. Semua untuk Indonesia,” katanya singkat. Respons ini menegaskan pragmatisme PKB yang selama ini dikenal adaptif mengikuti arus politik.

Kisruh ini sesungguhnya sudah terendus sejak PKB merapat ke Koalisi Indonesia Maju. Banyak pihak mempertanyakan konsistensi partai berbasis Nahdliyin itu, terutama setelah Cak Imin begitu lantang menyuarakan perubahan saat pilpres. Namun bagi elite PKB, keputusan tersebut adalah keniscayaan agar partai tidak terisolasi dari pusat kekuasaan dan dapat mengamankan program-program kerakyatan.

Dengan sindiran yang disampaikan Prabowo, publik diingatkan bahwa politik Indonesia tidak kenal musuh abadi. Sekutu hari ini bisa lahir dari rival kemarin, dan kata-kata manis tentang persatuan kerap menyembunyikan kalkulasi yang presisi. Kini, semua mata tertuju pada Cak Imin: apakah ia akan setia pada barisan baru, atau sejarah perpisahan kembali terulang?

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User