Prabowo Pimpin Puncak Harkopnas ke-79 di GBK, Dorong Sinergi Koperasi
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (12/7). Kehadiran Presiden menjadi simbol...
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (12/7). Kehadiran Presiden menjadi simbol pengakuan negara terhadap peran sentral gerakan koperasi dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Sorotan Utama: Koperasi Sebagai Pilar Kemandirian
Di hadapan ribuan pelaku koperasi dari seluruh Indonesia, Presiden menekankan bahwa koperasi harus berevolusi menjadi entitas modern yang kompetitif tanpa meninggalkan prinsip gotong royong. "Sinergi dan kolaborasi bukan cuma slogan. Itu DNA koperasi," ujar Presiden dalam sambutannya yang mendapat tepuk tangan meriah.
Acara yang dikemas dengan semangat kebinekaan ini menampilkan parade koperasi sektoral, mulai dari koperasi pertanian, perikanan, hingga koperasi digital. Panggung utama dihiasi instalasi visual bertema "Bersama Koperasi, Indonesia Maju".
Fakta Kunci Koperasi Indonesia Terkini
- 127.000+ koperasi aktif menopang ekonomi 25 juta anggota di seluruh Indonesia.
- Kontribusi PDB koperasi tembus 1,1% dan terus meningkat tiap tahun.
- Penyaluran KUR melalui koperasi mencapai rekor Rp 73,2 triliun pada tahun 2025.
- Implementasi digital: 63% koperasi kini telah mengadopsi aplikasi keuangan koperasi untuk transparansi dan efisiensi.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Menteri Koperasi yang mendampingi Presiden menjelaskan, puncak Harkopnas kali ini menjadi platform untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem koperasi. Antara lain melalui kemudahan akses pembiayaan, pendampingan legalitas, serta pelatihan manajemen modern berbasis ekonomi hijau dan digital. "Koperasi bukan sekadar simpan pinjam. Ia adalah kekuatan ekonomi yang menyebar ke desa-desa. Kini saatnya koperasi naik kelas," tegasnya.
Presiden Prabowo juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkop dan enam bank BUMN untuk program KUR Klaster Koperasi. Program ini bertujuan membiayai rantai pasok komoditas unggulan daerah, seperti kopi, rumput laut, dan kerajinan rakyat, langsung dari tingkat primernya.
Antusiasme dan Harapan Baru
Arena GBK dipenuhi peserta yang datang dari berbagai provinsi. Salah satu pengurus koperasi produsen susu dari Boyolali mengaku optimis dengan sinyal yang diberikan pemerintah. "Kami merasakan angin segar. Dukungan ini membuat kami yakin untuk ekspansi pengolahan susu segar menjadi produk bernilai tambah," katanya.
Acara ditutup dengan peluncuran "Koperasi Hub", sebuah platform agregator untuk pemasaran produk-produk koperasi dalam satu ekosistem digital nasional. Langkah ini diharapkan memutus rantai distribusi panjang dan memperkuat posisi tawar petani serta pengrajin kecil di pasar modern.
Baca juga:
Comments (0)