Ketum Dekopin Bantah Koperasi Kuno: Real Madrid Bukti Nyata

BREAKING NEWS — Stereotipe bahwa koperasi adalah model ekonomi usang dan hanya untuk usaha kecil dibantah keras oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi. Dalam pernyataan ...

Jul 12, 2026 - 18:46
0 0
Ketum Dekopin Bantah Koperasi Kuno: Real Madrid Bukti Nyata

BREAKING NEWS — Stereotipe bahwa koperasi adalah model ekonomi usang dan hanya untuk usaha kecil dibantah keras oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi. Dalam pernyataan terbaru yang mengguncang persepsi publik, ia justru menunjuk salah satu klub sepak bola termegah di dunia sebagai bukti: Real Madrid.

“Terlalu sempit jika koperasi dipandang sebelah mata sebagai gerakan ekonomi kuno,” tegas Bambang, membuka dialog nasional tentang masa depan koperasi di Tanah Air. Klub raksasa Liga Spanyol yang telah mengoleksi puluhan trofi Liga Champions itu, menurutnya, dikelola dengan fondasi yang persis sama dengan koperasi—yakni dimiliki oleh anggota, bukan segelintir investor.

Real Madrid: Raksasa Global dengan Jiwa Koperasi

Fakta bahwa Real Madrid bukan sekadar entitas bisnis biasa, melainkan dimiliki sepenuhnya oleh puluhan ribu socios atau anggota, menjadi tamparan bagi mereka yang menganggap koperasi identik dengan skala mikro. Dengan pendapatan tahunan yang menembus lebih dari €800 juta dan valuasi klub mencapai miliaran euro, struktur kepemilikannya membuktikan bahwa model koperasi mampu menopang organisasi kelas dunia.

Setiap presiden klub dipilih langsung oleh anggota, laba digunakan kembali untuk pengembangan, dan tidak ada satu pun pemodal besar yang bisa mengontrol arah kebijakan. “Ini selaras dengan prinsip koperasi yang sejati: dari anggota untuk anggota,” ujar Bambang, seraya menambahkan bahwa mindset ketinggalan zaman tentang koperasi harus segera ditinggalkan.

Momentum Kebangkitan di Harkopnas 2026

Pernyataan tersebut muncul di tengah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, yang tahun ini mengusung semangat transformasi digital dan inklusi. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat terdapat lebih dari 127.000 unit koperasi aktif di Indonesia dengan total aset mencapai Rp284 triliun—bukan angka yang menandakan kuno atau kecil.

Bambang menyoroti bahwa koperasi modern tidak lagi sebatas simpan pinjam di tingkat RT. Sektor pertanian, perikanan, hingga teknologi fintech kini banyak yang memilih bentuk badan hukum koperasi karena fleksibilitas dan perlindungan anggota yang lebih kuat. “Label ‘kuno’ itu muncul karena kita jarang mempertontonkan wajah baru koperasi. Saatnya narasi itu dihancurkan,” katanya.

Mendorong Modernisasi dan Citra Baru

Dekopin telah menyiapkan peta jalan yang antara lain mencakup adopsi platform digital untuk transparansi laporan keuangan, peningkatan kapasitas pengurus, dan kampanye masif bahwa koperasi bisa menjadi pemain utama ekonomi global. Contoh nyata seperti Mondragon di Spanyol—konglomerasi koperasi dengan lebih dari 80.000 pekerja—dan Real Madrid, katanya, harus menjadi penyulut semangat.

“Kita memiliki potensi luar biasa. Dengan lebih dari 270 juta penduduk, koperasi bisa menjadi benteng ekonomi rakyat menghadapi ketidakpastian global. Tapi syaratnya satu: kita harus berhenti berpikir kolot tentang diri kita sendiri,” tutup Bambang. Seruan ini sekaligus menjadi penanda bahwa arus baru kebangkitan koperasi nasional telah dimulai.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User