Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Mendiktisaintek: Kami Segera Realisasikan
Jakarta, Beritatercepat.com — Presiden Prabowo Subianto meminta para pemangku kepentingan di sektor pendidikan tinggi dan riset untuk segera membentuk Satu
Jakarta, Beritatercepat.com — Presiden Prabowo Subianto meminta para pemangku kepentingan di sektor pendidikan tinggi dan riset untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Akademisi nasional. Satgas yang digadang-gadang akan diisi oleh guru besar, dosen, serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi ini dimaksudkan menjadi motor penggerak inovasi dan jembatan antara dunia kampus dengan kebutuhan pembangunan nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden langsung dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta, awal pekan ini.
Menindaklanjuti permintaan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyatakan kesiapan penuh untuk merancang dan merealisasikan pembentukan Satgas Akademisi tersebut. Dalam keterangan resmi yang diterima Beritatercepat.com, Mendiktisaintek menegaskan bahwa gagasan Presiden sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama di tengah percepatan transformasi digital dan kebutuhan akan hilirisasi riset.
“Kami menyambut gembira dan siap menindaklanjuti permintaan Bapak Presiden. Satgas Akademisi akan menjadi wadah strategis yang menghimpun para pemikir terbaik bangsa dari seluruh kampus, baik negeri maupun swasta. Tujuannya agar pengetahuan dan hasil riset tidak berhenti di jurnal, tetapi benar-benar memberi solusi bagi masyarakat dan industri,” ujar Mendiktisaintek kepada kontributor Beritatercepat.com, Senin (26/5).
Menurut Menteri, Satgas ini diharapkan bisa berperan aktif dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti, mempercepat adopsi teknologi buatan anak bangsa, serta memastikan kurikulum pendidikan tinggi selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan program strategis nasional. Ia mencontohkan, sektor energi hijau, pangan, kesehatan, dan kecerdasan buatan adalah beberapa bidang prioritas yang akan menjadi fokus kerja Satgas.
Dalam Sarasehan KSTI 2026, Presiden Prabowo disebut-sebut menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. Forum yang dihadiri ratusan akademisi dan perwakilan industri ini menjadi panggung bagi Presiden untuk menegaskan bahwa Indonesia harus keluar dari jebakan negara pengguna teknologi dan beralih menjadi pencipta teknologi.
“Kita punya otak-otak cemerlang di kampus. Jangan sampai mereka terisolasi. Satgas ini akan menjadi pasukan intelektual yang mendorong lompatan kemajuan bangsa,” kutipan pernyataan Presiden yang disampaikan ulang oleh Mendiktisaintek dalam keterangannya.
Respons Akademisi dan Rencana Tindak Lanjut
Rencana pembentukan Satgas Akademisi ini pun menuai respons positif dari kalangan kampus. Sejumlah guru besar yang dihubungi Beritatercepat.com secara terpisah menyampaikan optimisme, namun juga mengingatkan agar Satgas nantinya benar-benar inklusif dan tidak terpusat di kampus-kampus tertentu.
Salah satu guru besar dari perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa keberhasilan Satgas sangat bergantung pada mekanisme seleksi anggota yang transparan serta dukungan pendanaan riset yang memadai. “Jangan sampai hanya menjadi gugus tugas formalitas. Harus ada target terukur dan kewenangan yang jelas,” ujarnya.
Mendiktisaintek mengakui masukan tersebut dan menyebut bahwa kementerian akan segera membentuk tim kecil untuk menyusun kerangka acuan kerja (Term of Reference) Satgas. “Kami akan menggandeng Dewan Riset Nasional, pimpinan perguruan tinggi, dan perwakilan akademi ilmu pengetahuan untuk memastikan susunan Satgas merepresentasikan keragaman disiplin ilmu dan daerah,” tambahnya.
Rencananya, Satgas akan memiliki masa kerja dua tahun dengan evaluasi berkala setiap enam bulan. Selain menghasilkan rekomendasi kebijakan, Satgas diwajibkan mengawal implementasi proyek-proyek riset unggulan hasil kerja sama kampus–pemerintah–industri. Target awal, sedikitnya lima proyek percontohan (pilot project) strategis akan diluncurkan sebelum akhir tahun 2026.
Presiden Prabowo sendiri, dalam penutupan Sarasehan, menginstruksikan agar pembentukan Satgas tidak berlarut-larut. “Saya minta ini jalan. Bukan sekadar wacana. Bulan depan saya ingin laporan progresnya,” tegas Presiden seperti dicatat laporan redaksi Beritatercepat.com.
Dengan adanya dorongan langsung dari kepala negara dan kesiapan Mendiktisaintek, publik kini menantikan wujud konkret Satgas Akademisi yang diharapkan mampu menjadi katalisator kebangkitan sains, teknologi, dan inovasi Indonesia di pentas global.
Comments (0)