NEW DELHI, Beritatercepat.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan hadiah diplomasi budaya yang sarat makna kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam kunjungan kenegaraannya ke New Delhi. Sebuah set angklung, alat musik tradisional asal Jawa Barat yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo sebagai simbol persahabatan dan harmoni antara kedua bangsa.
Momen Hangat di Tengah Lawatan Kenegaraan Berdasarkan laporan yang dihimpun redaksi, momen pemberian hadiah ini terjadi di sela-sela pertemuan bilateral a
Momen Hangat di Tengah Lawatan Kenegaraan
Berdasarkan laporan yang dihimpun redaksi, momen pemberian hadiah ini terjadi di sela-sela pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Modi di Hyderabad House, New Delhi, pada Sabtu (25/1). Lawatan ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Presiden Prabowo ke India setelah dilantik, sekaligus menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India. Presiden Prabowo juga dijadwalkan menjadi tamu utama pada perayaan Hari Republik India ke-76 yang jatuh pada 26 Januari 2025.
Dalam foto dan video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, tampak Presiden Prabowo menyerahkan sebuah kotak kayu berisi lima buah angklung bernada dasar berbeda. Perdana Menteri Modi terlihat antusias menerima hadiah tersebut, bahkan sempat mencoba menggoyangkan salah satu angklung hingga menghasilkan bunyi yang khas.
“Ini adalah angklung, alat musik tradisional Indonesia yang dimainkan secara bersama-sama. Setiap nada saling melengkapi, menciptakan harmoni yang indah. Sama seperti hubungan Indonesia dan India yang saling mengisi dalam keberagaman,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan pers Sekretariat Kabinet usai pertemuan.
Simbol Harmoni dalam Keberagaman
Pemilihan angklung sebagai hadiah kenegaraan bukanlah tanpa alasan. Alat musik berbahan bambu ini memiliki filosofi gotong royong dan kebersamaan—setiap tabung bambu hanya menghasilkan satu nada, sehingga untuk membentuk sebuah melodi, dibutuhkan kerja sama beberapa pemain. Nilai inilah yang hendak ditonjolkan Prabowo sebagai cerminan kemitraan strategis Indonesia-India di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.
UNESCO sendiri telah menetapkan angklung sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2010. Sejak saat itu, angklung kerap dijadikan duta budaya Indonesia dalam berbagai forum internasional. Pada 2022 lalu, misalnya, pertunjukan angklung massal oleh ribuan pelajar Indonesia di depan Kedutaan Besar India di Jakarta sempat memecahkan rekor MURI dan menjadi simbol peringatan hubungan diplomatik kedua negara.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri yang enggan disebut namanya mengonfirmasi bahwa tim protokol Istana telah menyiapkan sejumlah opsi hadiah, namun angklung dipilih secara personal oleh Presiden Prabowo sebagai representasi kearifan lokal Indonesia yang inklusif. “Bapak Presiden ingin menunjukkan bahwa warisan budaya adalah aset diplomasi lunak yang efektif. Angklung bukan sekadar pajangan, tapi mengajak setiap orang untuk berpartisipasi menciptakan harmoni,” jelasnya kepada kontributor Beritatercepat.com di sela-sela kunjungan.
Apresiasi Pemerintah India
Dari pihak India, PM Modi menyambut hangat isyarat budaya tersebut. Dalam cuitannya di media sosial X (sebelumnya Twitter), Modi menulis, “Terima kasih Presiden Prabowo atas hadiah angklung yang indah. Ini mengingatkan kita semua bahwa dalam keberagaman kita bersatu—sebuah filosofi yang dianut bersama oleh India dan Indonesia.”
Angklung pemberian Presiden Prabowo disebut-sebut akan ditempatkan di salah satu museum nasional India atau galeri kenegaraan sebagai bagian dari koleksi diplomatik. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat India yang berjumlah lebih dari 1,4 miliar jiwa.
Selain angklung, pertemuan bilateral tersebut juga membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, maritim, perdagangan, dan pendidikan. Kedua pemimpin sepakat untuk mempercepat negosiasi perjanjian perdagangan bebas terbatas (limited FTA) yang sudah berlangsung sejak 2017, serta menandatangani nota kesepahaman di bidang kesehatan dan farmasi—sektor di mana India merupakan salah satu mitra utama Indonesia.
Kunjungan Bersejarah yang Dimulai dengan Notasi Angklung
Kunjungan ini sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Januari 2025. Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Rangkaian kegiatan kepresidenan diakhiri dengan menghadiri parade militer Hari Republik India di Kartavya Path, di mana Indonesia menjadi negara tamu kehormatan pertama dari kawasan ASEAN yang diundang secara khusus oleh pemerintah India.
Dengan berakhirnya lawatan ini, seperangkat angklung dari bambu hitam khas Jawa Barat resmi menjadi salah satu jejak diplomasi budaya Indonesia di panggung global. Sebuah bukti bahwa notasi sederhana dari bilah bambu mampu menyuarakan pesan perdamaian yang jauh lebih lantang daripada retorika politik.
Laporan kontributor Beritatercepat.com dari New Delhi, India.
Comments (0)