Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Jakarta, 15 Mei 2026 – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan berdampak sosial. Mela
Jakarta, 15 Mei 2026 – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan berdampak sosial. Melalui program unggulan Genera-Z Berbakti 2026, BCA mempertemukan delapan tim finalis dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia untuk merancang dan mengimplementasikan solusi nyata bagi pengembangan desa wisata. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab tantangan di sektor pariwisata pedesaan yang berkelanjutan.
Setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan ratusan proposal dari lebih dari 50 universitas, delapan tim terpilih kini bersiap untuk menjalani tahap implementasi. Masing-masing tim akan mendapatkan pendampingan intensif dari mentor profesional, dana hibah awal, serta akses ke jaringan mitra BCA di sektor pariwisata. Program ini tidak sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang memadukan kearifan lokal, inovasi digital, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Fokus pada Pemberdayaan Desa Wisata
Desa-desa wisata yang menjadi sasaran program tersebar di berbagai daerah, mulai dari pesisir selatan Jawa hingga pegunungan Sumatera. Setiap tim telah mengidentifikasi permasalahan spesifik, seperti pengelolaan sampah organik, pemasaran digital produk kerajinan, sistem informasi akomodasi berbasis komunitas, dan pengembangan paket wisata edukasi. Solusi yang ditawarkan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi sudah diuji dalam skala laboratorium sosial dan siap diterapkan langsung di lapangan.
Menurut Laporan Redaksi Beritatercepat.com, salah satu tim yang lolos, misalnya, mengembangkan platform aplikasi “DesaKu” yang mengintegrasikan pemesanan homestay, pemandu wisata lokal, dan sistem pembayaran nontunai. Tim lain menciptakan alat pengolahan limbah plastik menjadi bahan bangunan yang dapat digunakan untuk mempercantik fasilitas umum desa. Keberagaman ide ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi problem solver andal.
“Melalui Genera-Z Berbakti, kami ingin mahasiswa tidak hanya berhenti pada konsep di atas kertas. Mereka harus terjun langsung, merasakan dinamika masyarakat desa, dan menciptakan dampak yang terukur. Ini adalah wujud nyata komitmen BCA dalam membangun Indonesia dari pinggiran melalui inovasi anak muda,” ujar EVP Corporate Communication BCA, Mira Damayanti, saat ditemui di sela acara pembekalan finalis, pekan lalu.
Lebih lanjut, Mira menjelaskan bahwa BCA tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga melibatkan para praktisi dan akademisi sebagai mentor. Setiap tim akan didampingi selama enam bulan ke depan, dengan evaluasi berkala yang mengukur dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari proyek yang dijalankan. Program ini diharapkan dapat menciptakan model bisnis sosial yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di desa lainnya.
Selain pendampingan intensif, BCA juga membuka kesempatan bagi finalis untuk mempresentasikan hasil proyek mereka di hadapan calon investor dan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan menjembatani inisiatif mahasiswa dengan dukungan kebijakan dan sumber daya yang lebih luas. “Kami percaya, sinergi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah akan mempercepat pembangunan desa wisata yang berdaya saing tinggi,” tambah Mira.
Antusiasme Peserta dan Harapan Ke Depan
Para peserta mengaku antusias dengan program ini karena mereka tidak hanya dituntut untuk berpikir kreatif, tetapi juga belajar mengelola proyek secara profesional. Salah satu perwakilan finalis dari Universitas Gadjah Mada, Rizky Fauzan, menyatakan bahwa Genera-Z Berbakti memberikan pengalaman berharga yang tidak didapat di bangku kuliah. “Kami bisa langsung berinteraksi dengan warga desa, memahami kebutuhan mereka, dan menciptakan solusi yang benar-benar mereka butuhkan. Ini pembelajaran yang sangat berarti,” katanya.
Dengan berakhirnya tahap pembekalan, kedelapan tim akan segera diterjunkan ke lokasi sasaran pada awal Juni 2026. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan program ini melalui kanal resmi BCA dan media sosial. Diharapkan, lahirnya inovasi dari tangan-tangan mahasiswa ini akan memperkaya khasanah desa wisata Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.
Comments (0)