Prabowo: Kekalahan Politik Jangan Dibalas dengan Aksi Bakar-Bakar

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh peserta kontestasi politik: jangan pernah mengorbankan stabilitas nasional dengan aksi anarkistis hany...

Jul 12, 2026 - 21:01
0 0
Prabowo: Kekalahan Politik Jangan Dibalas dengan Aksi Bakar-Bakar

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh peserta kontestasi politik: jangan pernah mengorbankan stabilitas nasional dengan aksi anarkistis hanya karena kalah dalam pemilu. Pernyataan ini disampaikan Prabowo di hadapan ribuan kader koperasi yang memadati Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7), dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79.

"Berbeda partai itu biasa. Kita bertanding secara sehat setiap beberapa tahun. Yang menang, ya monggo," tegas Prabowo. Namun, ia langsung menambahkan, "Jangan sampai yang kalah malah bakar-bakar. Pemimpin yang menganjurkan itu adalah pengkhianat bangsa."

Kritik Pedas untuk Penghasut Kerusuhan

Prabowo tidak menahan amarahnya terhadap figur-figur yang dinilainya bertanggung jawab memprovokasi kekerasan pasca-pemilu. Ia menyebut tindakan membakar fasilitas umum sebagai tanda kemunduran peradaban politik. "Itu bangsa apa? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, saya pastikan hukum karma akan menimpa mereka," ucapnya dengan nada tinggi, disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden menekankan bahwa demokrasi Indonesia telah matang dan tidak boleh dinodai oleh hasutan destruktif. Ia meminta semua pihak menerima hasil pemilu sebagai bagian dari mekanisme konstitusional.

Cermin dari Pengalaman Pribadi

Untuk memperkuat argumennya, Prabowo membeberkan rekam jejak politiknya sendiri sebagai contoh. "Saya sudah lima kali maju di Pilpres, empat kali kalah. Tidak pernah sekalipun saya perintahkan pendukung saya bakar-bakar. Demo pun tidak. Saya tetap datang ke pelantikan lawan saya, saya beri hormat, saya ucapkan selamat," kenangnya.

Fakta-fakta kunci dari pengalaman Prabowo:

  • Mengikuti lima kali kontestasi pemilihan presiden.
  • Empat kali mengalami kekalahan, termasuk dua kali dari rival yang kini menjadi mitra koalisi.
  • Tidak pernah menginstruksikan aksi protes apalagi kekerasan kepada pendukung.
  • Selalu hadir dalam prosesi pelantikan presiden terpilih sebagai wujud kenegarawanan.

Persatuan di Atas Segalanya: Contoh Gus Imin

Di tengah pidatonya, Prabowo menyoroti kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Gus Imin), yang duduk di antara pejabat lainnya. Ia menggunakan dinamika politik di antara mereka sebagai bukti nyata bahwa persaingan elektoral tidak harus merusak hubungan.

"Ini Gus Imin, dulu bersama saya, lalu sempat tidak bersama saya. Tapi tidak ada masalah. Karena di hati beliau, yang terbaik untuk Indonesia tetap yang utama," ujar Prabowo, yang disambut riuh hadirin.

Ia menambahkan, "Sekarang beliau kembali bersama saya, untuk Indonesia. Tidak ada dendam, tidak ada sakit hati." Pernyataan ini menegaskan bahwa rekonsiliasi politik bukan sekadar jargon, melainkan praktik nyata dalam kabinetnya.

Prabowo menutup bagian politik pidatonya dengan analogi olahraga. "Sepak bola kan ada pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah. Masa wasitnya mau digebukin? Bersaing itu sehat, tapi jangan merusak," katanya, menekankan pentingnya sportivitas dalam politik nasional.

Seluruh ajakan ini menjadi penegasan kembali komitmen Prabowo untuk menjaga Indonesia tetap bersatu pasca-pesta demokrasi, sekaligus peringatan bahwa era politik bakar-bakar tidak lagi memiliki tempat di republik ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User