Update Korupsi Tri Kasus: Polisi Sita Bukti dari 13 Lokasi

Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya merilis perkembangan terbaru penyidikan tiga mega skandal yang merugikan negara. Dalam dua hari terakhir, 13 lokasi digeledah d...

Jul 12, 2026 - 22:21
0 0
Update Korupsi Tri Kasus: Polisi Sita Bukti dari 13 Lokasi

Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya merilis perkembangan terbaru penyidikan tiga mega skandal yang merugikan negara. Dalam dua hari terakhir, 13 lokasi digeledah dan menghasilkan temuan yang disebut akan menjadi "game changer" dalam pengungkapan kasus korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Ketiga perkara ini masing-masing memiliki benang merah yang sama: penyalahgunaan dana publik oleh oknum yang seharusnya menjadi penjaga aset negara. Kerugian sementara yang berhasil dihitung mencapai Rp 2,7 triliun, namun angka itu bisa bertambah seiring pendalaman.

Kasus ASABRI pertama kali mencuat setelah audit BPK menemukan kejanggalan pada laporan keuangan tahun 2020. Sementara kasus batu bara terungkap dari laporan masyarakat tentang tambang ilegal di Kalimantan Timur. Adapun dugaan korupsi di Krakatau Steel bermula dari temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Lokasi Penggeledahan dan Barang Bukti

Penggeledahan yang berlangsung sejak Selasa (4/2) hingga Rabu (5/2) menyasar berbagai titik di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Balikpapan. Berikut rincian lokasi dan barang bukti utama yang disita:

  • Kantor pusat perusahaan tambang swasta: disita dokumen perizinan palsu dan kontrak kerja sama.
  • Kediaman mantan Direktur Utama BUMN: uang tunai Rp 2,1 miliar dalam brankas.
  • Kantor pengelola investasi: laptop dan server yang diduga menyimpan data transaksi saham fiktif.
  • Gudang penyimpanan logistik: barang bukti terkait pengadaan fiktif di Krakatau Steel.
  • Dua safe house: catatan keuangan dan kwitansi transfer ke rekening luar negeri.

Kombes Arief Purnomo, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa seluruh barang bukti langsung dibawa ke laboratorium forensik digital. "Kami yakin data ini akan membongkar aktor intelektual di belakang semua ini," ujarnya.

Modus Korupsi yang Terstruktur

Untuk kasus batu bara, penyidik mengendus praktik penambangan tanpa izin yang melibatkan oknum pejabat daerah dan pensiunan TNI. Mereka diduga menerima setoran rutin sebagai imbalan pembiaran ilegal.

Sementara di PT ASABRI, modusnya berupa penempatan dana investasi pada instrumen yang secara sengaja dinilai terlalu tinggi, kemudian dikembalikan dalam bentuk kickback. "Ada sekitar 17 saham yang nilainya digelembungkan hingga 300 persen," tambah Arief.

Adapun di Krakatau Steel, praktik yang terendus adalah pengadaan barang dan jasa yang melibatkan perusahaan afiliasi dengan harga yang tidak wajar. Proyek-proyek fiktif turut menyedot dana hingga ratusan miliar rupiah.

11 Tersangka dan Kemungkinan Penambahan

Saat ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka dari ketiga kasus. Mereka terdiri dari mantan pejabat BUMN, pengusaha tambang, dan konsultan investasi. Inisial dan peran mereka belum diungkap seluruhnya, namun polisi memastikan bahwa penangkapan akan dilakukan setelah seluruh alat bukti dikonsolidasikan.

Penyidik juga tengah mengusut aliran dana yang diduga mengalir ke sejumlah partai politik dan organisasi masyarakat. "Kami akan panggil siapa pun yang terbukti menerima aliran dana haram ini," tegas Arief.

Meski demikian, kuasa hukum salah satu tersangka menyatakan kliennya siap kooperatif dan membantah terlibat. "Kami akan buktikan di persidangan," ujar pengacara tersebut.

Respons Publik dan Langkah Selanjutnya

Kabar penggeledahan ini langsung disambut positif oleh aktivis antikorupsi. Mereka berharap polisi tidak berhenti pada penetapan tersangka berlapis, tetapi juga mengusut aktor utama di lingkaran kekuasaan.

Dalam waktu dekat, penyidik akan memeriksa 42 saksi kunci, termasuk konsultan keuangan, notaris, pejabat bursa efek, dan perwakilan perusahaan sekuritas. Koordinasi dengan PPATK juga diperkuat untuk melacak aset di luar negeri yang diduga disamarkan melalui perusahaan cangkang di Singapura dan Hong Kong.

"Kami pastikan proses ini akan menjadi preseden untuk membersihkan praktik korupsi di BUMN," tutup Arief. Publik kini menanti babak akhir dari tiga mega skandal yang telah menggerogoti kepercayaan terhadap pengelolaan sumber daya alam dan dana pensiun.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User