KPK Ungkap Barang Bukti Pemerasan Bupati Sukoharjo Etik Suryani
BREAKING — KPK pagi ini membeberkan selusin barang bukti yang memperkuat dugaan pemerasan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terhadap bawahannya. Bukti-bukti ini disita hanya beberapa jam setelah opera...
BREAKING — KPK pagi ini membeberkan selusin barang bukti yang memperkuat dugaan pemerasan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terhadap bawahannya. Bukti-bukti ini disita hanya beberapa jam setelah operasi tangkap tangan berhasil mengamankan sang bupati di kediamannya.
Konferensi pers di gedung KPK menampilkan uang tunai Rp525 juta dalam koper, dokumen lelang proyek, alat komunikasi, dan buku tabungan dengan transaksi mencurigakan. 'Semua ini adalah bukti awal praktik korupsi terstruktur yang dilakukan oleh ETS,' tegas Wakil Ketua KPK.
Rincian Barang Bukti
- Uang tunai Rp525 juta didominasi pecahan Rp100.000, diduga setoran wajib dari calon pejabat.
- Dokumen pengaturan pemenang tender untuk tiga proyek infrastruktur senilai total Rp12 miliar.
- Dua telepon genggam berisi percakapan WhatsApp yang menginstruksikan nominal setoran.
- Flashdisk berisi rekaman suara pertemuan antara Bupati dan sejumlah kontraktor.
- Buku catatan dengan kode 'R' (Rekanan) dan 'P' (Pejabat) diikuti angka jutaan rupiah.
Kronologi dan Modus Operandi
Operasi senyap dimulai pukul 03.00 WIB. Tim KPK membagi diri ke tiga titik: kediaman Bupati, kantor dinas, dan rumah salah satu kontraktor. Etik Suryani ditangkap saat baru tiba dari sebuah pertemuan tertutup dengan bawahannya.
Modus pemerasan yang dijalankan ETS terbilang rapi. Setiap kepala dinas wajib menyetor 15-20 persen dari anggaran proyek yang dikelola. Untuk promosi jabatan eselon II, tarifnya mencapai Rp75 juta. Penyelidik KPK memantau aliran dana ini sejak Maret 2025 melalui laporan masyarakat.
Pernyataan Resmi dan Reaksi
Johanis Tanak mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi delapan saksi kunci. 'Kami menemukan pola setoran yang sangat terorganisir. Ini bukan sekadar permintaan uang biasa, melainkan sistem pemerasan yang sudah membudaya,' ujarnya.
Sementara itu, warga Sukoharjo menyambut penangkapan ini dengan sorak lega. 'Setiap ada mutasi, selalu ada isu setoran. Sekarang terbukti,' kata Sapto, seorang aktivis lokal. Sejumlah ASN yang dihubungi mengaku beberapa kali dimintai 'partisipasi' untuk acara pribadi Bupati.
KPK masih terus mendalami aliran dana ke pihak lain. Etik Suryani akan menjalani pemeriksaan intensif dan statusnya sebagai tersangka akan diumumkan dalam 24 jam ke depan. Barang bukti yang dipamerkan hari ini menjadi fondasi kuat untuk proses peradilan.
Beritatercepat akan terus memperbaharui informasi terkini seputar kasus ini. Tetap pantau laman kami untuk perkembangan selanjutnya.
Baca juga:
Comments (0)