Sarana Jaya dan TransJakarta Jalin Kerja Sama Optimalkan Aset Strategis

BARU SAJA: Sarana Jaya dan TransJakarta menandatangani kesepakatan bersama untuk menjajaki pemanfaatan aset milik Sarana Jaya sebagai landasan penyusunan kerja sama yang lebih konkret. Acara berlangsu...

Jul 12, 2026 - 22:04
0 0
Sarana Jaya dan TransJakarta Jalin Kerja Sama Optimalkan Aset Strategis

BARU SAJA: Sarana Jaya dan TransJakarta menandatangani kesepakatan bersama untuk menjajaki pemanfaatan aset milik Sarana Jaya sebagai landasan penyusunan kerja sama yang lebih konkret. Acara berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/5/2024) pukul 10.00 WIB.

Kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta ini sepakat untuk melakukan inventarisasi dan evaluasi aset properti Sarana Jaya yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang operasional TransJakarta, seperti lahan untuk depo bus, halte transit, fasilitas parkir terpadu, dan area komersial pendukung.

Direktur Utama Sarana Jaya, Andi Lesmana, menegaskan bahwa perusahaan mengelola lebih dari 10.000 aset properti yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. "Kami siap mendukung perluasan layanan TransJakarta dengan menyediakan lahan yang strategis dan sesuai kebutuhan," ujarnya. Sarana Jaya memiliki portofolio aset mulai dari tanah kosong, gedung perkantoran, hingga hunian vertikal.

Sementara itu, Direktur Utama TransJakarta, Yana Aditya, mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan tambahan setidaknya empat depo baru untuk mengakomodasi penambahan armada dan rute. "Sinergi ini akan mempercepat realisasi target kami dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik," kata Yana. Saat ini TransJakarta mengoperasikan 248 rute dengan lebih dari 4.000 unit armada.

Fakta Cepat

  • Total aset Sarana Jaya: 10.000+ properti
  • Kebutuhan depo TransJakarta: 4 depo baru hingga 2025
  • Rute TransJakarta saat ini: 248 rute dengan 4.000+ armada
  • Nilai aset Sarana Jaya diperkirakan mencapai Rp 12 triliun

Langkah Strategis

Kesepakatan ini menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar seluruh BUMD bersinergi mengoptimalkan aset untuk kepentingan publik. Tim gabungan akan segera dibentuk untuk melakukan kajian kelayakan, penilaian aset, dan merumuskan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.

Salah satu fokus utama adalah memanfaatkan lahan-lahan idle Sarana Jaya yang berada di lokasi strategis dekat koridor TransJakarta. Dengan begitu, pembangunan depo tidak perlu membebani anggaran daerah secara signifikan, sekaligus menghidupkan aset yang kurang produktif.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Dr. Rudi Pramono, menilai langkah ini tepat. "Sinergi BUMD seperti ini jarang terjadi. Jika berhasil, bisa menjadi model nasional untuk optimalisasi aset daerah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perencanaan harus matang agar tidak menimbulkan masalah tata ruang di kemudian hari. Dengan target perjanjian definitif pada kuartal IV tahun ini, publik menanti realisasi nyata.

Dampak Luas

Apabila realisasi berjalan lancar, warga Jakarta akan menikmati tambahan halte dan rute baru, waktu tunggu bus lebih singkat, serta konektivitas yang lebih baik. Sarana Jaya juga memperoleh pendapatan dari pemanfaatan aset, yang nantinya dapat digunakan untuk pengembangan properti terjangkau.

Kesepakatan ini merupakan babak baru dalam kolaborasi BUMD DKI. Kedua perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan kajian dalam waktu tiga bulan dan menargetkan penandatanganan perjanjian kerja sama definitif pada akhir tahun 2024.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User