Prabowo Kecam Pemimpin Pengkhianat, Analis Ungkap Kemungkinan Sosoknya
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Presiden Prabowo Subianto melontarkan tudingan keras terhadap apa yang ia sebut sebagai "pemimpin pengkhianat". Menurutnya, tokoh tersebut nekat mengajak kekacauan setelah ...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Presiden Prabowo Subianto melontarkan tudingan keras terhadap apa yang ia sebut sebagai "pemimpin pengkhianat". Menurutnya, tokoh tersebut nekat mengajak kekacauan setelah kalah dalam sebuah pertarungan politik. Pernyataan itu disampaikan di tengah acara peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa tindakan menggerakkan massa untuk melakukan kerusuhan pasca-kekalahan adalah bentuk pengkhianatan langsung terhadap rakyat dan negara. "Ada yang kalah, lalu menganjurkan chaos. Itu pemimpin pengkhianat," ujar Presiden dengan nada tinggi, disambut riuh peserta yang hadir.
Tak ada satu pun nama yang disebut secara eksplisit dalam pidato tersebut. Namun, kalimat bernada ancaman itu langsung memicu gelombang spekulasi di kalangan elite politik, warganet, dan media nasional. Slentingan yang berkembang mengarah pada sejumlah tokoh yang baru saja mengalami kekalahan dalam kontestasi politik tingkat nasional maupun daerah.
Para Pakar Bicara
Analis Politik dari Universitas Airlangga, Dr. Budi Santoso, menilai bahwa ucapan Presiden bukanlah gertakan kosong. "Ini pernyataan yang cukup serius. Biasanya, presiden tidak akan melontarkan istilah pengkhianat tanpa memiliki data intelijen yang akurat," jelasnya. Menurut Budi, ada kemungkinan besar pernyataan itu merujuk pada figur oposisi yang selama ini kerap melontarkan narasi provokatif terhadap pemerintahan.
Sementara itu, pengamat keamanan nasional, Rini Kusuma, menyebut bahwa kata "kekacauan" yang digunakan Prabowo mengindikasikan adanya ancaman nyata terhadap stabilitas. "Kita perlu waspada. Presiden tampaknya mendapat laporan tentang rencana penggerakan massa untuk menciptakan instabilitas," ungkapnya.
Beberapa nama mencuat dalam diskusi publik. Mulai dari politisi yang kalah dalam pemilihan gubernur, hingga mantan pejabat tinggi yang disebut-sebut tidak puas dengan hasil pemilu sebelumnya. Namun, para pakar menyarankan agar publik tidak asal menuduh sebelum ada bukti konkret.
Respons Publik dan Keamanan
Di media sosial, tagar #PemimpinPengkhianat menjadi trending topic dalam hitungan menit. Netizen terbelah: sebagian mendukung langkah tegas Presiden, sebagian lain mengkritik bahwa pernyataan tersebut justru memecah belah.
Pihak kepolisian menyatakan tengah meningkatkan patroli siaga di sejumlah titik rawan, meskipun belum ada instruksi peningkatan status darurat. "Kami memonitor setiap potensi gangguan keamanan. Situasi masih terkendali," ujar juru bicara Mabes Polri.
Pakar hukum tata negara turut menyoroti bahwa jika benar ada pemimpin yang menggerakkan makar, maka hal itu masuk dalam ranah pidana berat. "Menganjurkan kekacauan bisa dijerat pasal makar. Ini bukan sekadar urusan politik, tapi sudah menyentuh keamanan negara," tegas pakar dari Universitas Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi atau bantahan resmi dari para tokoh yang dispekulasikan. Pihak Istana pun belum memberikan pernyataan tambahan, meski sejumlah menteri disebut akan menggelar jumpa pers tertutup pada Minggu pagi.
Perkembangan Terkini: Tim redaksi Beritatercepat terus mengonfirmasi setiap perkembangan. Jika Anda memiliki informasi atau saksi mata terkait dugaan ini, segera hubungi pusat redaksi kami. Tetap pantau portal "Detik Ini Juga" untuk update menit-ke-menit.
Baca juga:
Comments (0)