Dua Hari Tanpa Makan, Keluarga Tersangka Curanmor di Kendari Diselamatkan Polisi

KENDARI — Aparat kepolisian di Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan pemandangan memilukan saat menggelar pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor. Seorang ibu dan anaknya yang masih kecil di...

Jul 15, 2026 - 16:30
0 0
Dua Hari Tanpa Makan, Keluarga Tersangka Curanmor di Kendari Diselamatkan Polisi

KENDARI — Aparat kepolisian di Kendari, Sulawesi Tenggara, menemukan pemandangan memilukan saat menggelar pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor. Seorang ibu dan anaknya yang masih kecil ditemukan lemas tak berdaya setelah dua hari tidak mendapat asupan makanan. Ironisnya, mereka adalah keluarga dari pelaku yang baru saja ditangkap.

Peristiwa ini bermula ketika tim Reserse Kriminal Polresta Kendari membekuk Arif (26), tersangka utama dalam serangkaian aksi curanmor yang meresahkan warga. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti. Namun, detail mencengangkan baru terkuak saat petugas membawa pelaku ke rumah kontrakannya untuk mencari barang bukti tambahan.

Penemuan di Balik Pintu

Di dalam rumah sederhana itu, polisi mendapati istri Arif, sebut saja R (24), terduduk lemas di sudut ruangan bersama putra mereka yang berusia tiga tahun. Kondisi keduanya sangat memprihatinkan. Sang ibu tampak pucat dan kesulitan berdiri, sementara anaknya yang diketahui menyandang autisme hanya terbaring dengan napas lemah. Dari pengakuan R, mereka tidak makan selama dua hari sejak suaminya ditahan.

"Kami benar-benar tidak menyangka. Saat masuk, bau pengap dan kondisi mereka langsung membuat kami berhenti sejenak," ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya. Petugas lantas berinisiatif memberikan pertolongan pertama dengan membawakan air minum dan makanan ringan yang kebetulan tersedia di mobil patroli.

Krisis Pangan dan Kemanusiaan

Fakta semakin terang ketika R menceritakan bahwa Arif adalah tulang punggung tunggal keluarga. Penghasilannya sebagai buruh harian lepas tidak menentu, sehingga membuatnya nekat terlibat dalam aksi pencurian. Saat ia ditangkap, tidak ada sepeser pun uang tersisa di rumah. Lingkaran kemiskinan yang menjerat keluarga ini memuncak pada tragedi kelaparan yang nyaris merenggut nyawa.

Menyikapi kondisi itu, personel kepolisian tidak tinggal diam. Mereka secara swadaya mengumpulkan dana di antara rekan-rekan sesama anggota. Bantuan berupa beras, mi instan, telur, susu, dan kebutuhan pokok lain segera disalurkan. Bahkan, seorang perwira menengah turut mengantarkan ibu dan anak itu ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian terapi awal bagi sang anak.

Tindakan Berbasis Hati Nurani

Langkah humanis ini menuai apresiasi dari sejumlah pihak. Kendati Arif harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, respons cepat petugas terhadap penderitaan keluarganya menjadi cermin bahwa penegakan aturan bisa berjalan seiring dengan rasa kemanusiaan. Di tengah kemiskinan akut yang kerap memicu kriminalitas jalanan, kehadiran negara di momen genting terasa sangat berarti.

Polresta Kendari kini berkoordinasi dengan dinas sosial setempat agar keluarga terdampak bisa mendapatkan pendampingan berkelanjutan. Sembari menunggu proses hukum Arif, istri dan anaknya diharapkan mampu bertahan tanpa harus kembali menahan lapar. Hingga berita ini diturunkan, kondisi R dan putranya dilaporkan mulai membaik meski masih membutuhkan pemulihan fisik dan mental.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User