Polri dan Jurnalis Adu Smash di Padel Bhayangkara Cup 2026
BARU SAJA – Turnamen olahraga padel Bhayangkara Cup 2026 resmi menyapa Jakarta, Selasa (16/5). Kejuaraan ini tidak hanya memperebutkan trofi, melainkan menjadi titik temu strategis antara Kepolisian...
BARU SAJA – Turnamen olahraga padel Bhayangkara Cup 2026 resmi menyapa Jakarta, Selasa (16/5). Kejuaraan ini tidak hanya memperebutkan trofi, melainkan menjadi titik temu strategis antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan komunitas jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Trunojoyo.
Lapangan Sebagai Medan Silaturahmi
Pertandingan yang digelar di kompleks olahraga terpadu Senayan ini diikuti oleh 24 pasangan dari internal Polri dan insan pers nasional. Kapolri melalui Kepala Divisi Humas menegaskan bahwa turnamen adalah wujud nyata komitmen Polri dalam merawat hubungan harmonis dengan media. “Kami sengaja memilih padel karena olahraga ini mengedepankan komunikasi dan kerja sama tim, persis seperti hubungan kami dengan jurnalis,” ujarnya saat membuka acara.
Smash Pembuka dari Pejabat Utama
Irjen Pol. Budi Gunawan (nama direkayasa) selaku pembina Jurnalis Trunojoyo melepas servis pertama. Momen itu disambut tepuk tangan ratusan peserta. Sebanyak 24 laga penyisihan langsung bergulir di empat lapangan secara paralel. Setiap pertandingan menerapkan format pro set delapan game untuk menjaga ritme kompetisi tetap cepat dan menghibur.
Lebih dari Adu Pukulan Backhand
Padel Bhayangkara Cup 2026 tidak sekadar mencari juara. Divisi Humas Polri menyisipkan sesi diskusi ringan di sela-sela jeda pertandingan. Topik utama yang mencuat adalah optimalisasi peliputan yang akurat serta peningkatan kapasitas personel humas di tingkat polres. “Kita ingin mengikis jarak, membangun trust yang sesungguhnya,” kata Ketua Panitia dari Divhumas, Kombes Pol. Andi Syahputra.
Peserta Campuran, Atmosfer Kompetitif
Keunikan turnamen terletak pada komposisi peserta. Setiap pasangan harus berisi satu personel Polri dan satu jurnalis. Langkah ini memaksa kedua pihak saling memahami ritme kerja dan karakter masing-masing di bawah tekanan skor. Seorang jurnalis televisi swasta, Dian Pratiwi, mengaku kagum dengan sportivitas polisi di lapangan. “Di luar tugas, Bapak-bapak kepolisian ini ternyata humble dan ngotot mainnya,” selorohnya setelah menang melalui tie-break dramatis.
Skema Kompetisi dan Puncak Acara
Babak penyisihan berlangsung hingga Rabu (17/5) dan menyaring delapan pasangan terbaik. Laga semifinal dan final dijadwalkan pada Kamis (18/5) dengan sistem gugur. Panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp150 juta serta piagam penghargaan khusus bagi pasangan dengan fair play terbaik. Trofi utama akan diserahkan langsung oleh Wakapolri saat malam puncak.
Menjaga Stabilitas Informasi
Di tengah maraknya disinformasi, sinergi Polri dan media menjadi benteng verifikasi fakta. Turnamen ini menjadi pesan simbolis bahwa kepolisian dan jurnalis bisa tetap kritis tanpa kehilangan etika serta kedekatan personal. “Ketika di lapangan kami adalah rekan, bukan subjek dan objek berita,” jelas salah satu perwira menengah yang enggan disebutkan identitasnya.
Harapan Bergulir Menjadi Agenda Nasional
Publik dan peserta berharap Bhayangkara Cup tidak berhenti di Jakarta. Wacana untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda tahunan dengan babak kualifikasi di masing-masing Polda semakin menguat. Dengan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif jurnalis senior, padel kini tidak hanya menjadi tren urban, tetapi juga jembatan emas antara institusi dan pers dalam mengawal demokrasi.
Baca juga:
Comments (0)