Pria di Mataram Aniaya Kekasih, Samarkan Diri sebagai Wanita
BARU SAJA — Polresta Mataram membekuk seorang pria berinisial RU (22) yang diduga menyamar menjadi wanita demi menganiaya pacarnya di kamar kos, Sabtu (11/7/2026). Penangkapan hanya berselang bebera...
BARU SAJA — Polresta Mataram membekuk seorang pria berinisial RU (22) yang diduga menyamar menjadi wanita demi menganiaya pacarnya di kamar kos, Sabtu (11/7/2026). Penangkapan hanya berselang beberapa jam setelah laporan penganiayaan masuk.
Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan brutal yang dipicu api cemburu. Hingga kini, korban masih dalam perawatan medis intensif.
Modus Penyamaran Terencana
Informasi yang dikonfirmasi petugas, pelaku mengenakan busana muslimah lengkap—jilbab, gamis longgar—serta aksesori kewanitaan untuk mengelabui penghuni kos. Dengan penyamaran ini, RU leluasa masuk ke area kamar kos tanpa menimbulkan kecurigaan.
Setibanya di depan pintu korban, ia lantas melepas sebagian atribut dan langsung melancarkan pemukulan. Saksi mata di lantai yang sama sempat mendengar teriakan histeris sebelum kondisi kembali senyap.
Dipicu Cemburu Buta
Dari pemeriksaan awal, motif utama adalah cemburu. Pelaku tidak terima dengan dinamika hubungan asmaranya dan memilih jalan kekerasan. “Kami masih mendalami dugaan adanya perencanaan matang, termasuk bagaimana pelaku mendapatkan pakaian wanita tersebut,” ujar sumber internal penyidik.
Barang bukti yang diamankan antara lain:
- Gamis dan jilbab warna gelap
- Wig berponi yang dipakai menutupi rambut asli
- Ponsel milik korban yang sempat dirampas
Korban Alami Luka Serius
Hasil visum sementara mengungkap korban menderita memar di wajah, lengan, serta trauma tumpul di kepala. Tim medis masih memantau kemungkinan gegar otak ringan. Polisi menetapkan pasal penganiayaan berat dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
UPDATE — Pihak Polresta Mataram menyebutkan pelaku kini ditahan di Mapolresta dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Proses pemeriksaan lanjutan tengah berlangsung, melibatkan Unit PPA untuk pendampingan korban.
Respons Penghuni Kos
Beberapa penghuni kos mengaku tidak menyangka tamu perempuan yang terekam CCTV adalah laki-laki. “Kami kira itu teman korban, tidak ada yang curiga karena pakaiannya rapi seperti muslimah biasa,” kata seorang saksi yang enggan disebut identitasnya.
Polisi kini memperkuat pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan mengimbau pengelola indekos untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tamu tak dikenal. Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan dan diharapkan segera pulih.
Baca juga:
Comments (0)