Polisi Sisir Rekaman CCTV, Klinik Mordent Diselidiki Usai Kematian Sutrimo
BARU SAJA — Kematian seorang pria bernama Sutrimo di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memicu gerak cepat aparat. Tim gabungan langsung mengepung lokasi dan menyisir seluruh r...
BARU SAJA — Kematian seorang pria bernama Sutrimo di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memicu gerak cepat aparat. Tim gabungan langsung mengepung lokasi dan menyisir seluruh rekaman kamera pengawas untuk mengungkap fakta di balik peristiwa nahas ini.
Kronologi Singkat
Informasi awal menyebut Sutrimo tiba di klinik pada Selasa malam dengan keluhan kesehatan yang belum diungkap ke publik. Beberapa jam kemudian, pihak klinik mengonfirmasi bahwa nyawanya tidak tertolong. Belum ada keterangan resmi ihwal penyebab pasti kematian, namun polisi mencium kejanggalan dalam prosedur penanganan pasien.
Saksi mata di sekitar lokasi mengaku sempat melihat ambulans tiba-tiba datang tanpa sirine, lalu petugas berseragam masuk dengan langkah tergesa. Situasi itu dinilai tidak lazim oleh warga, sehingga laporan ke kepolisian segera dilayangkan.
Penyelidikan Intensif
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, yang enggan disebut namanya, membenarkan timnya tengah mengumpulkan bukti penting. "Kami sudah mengamankan seluruh rekaman CCTV dari radius 500 meter, termasuk dari dalam gedung klinik. Data rekam medis korban juga kami sita untuk ditelusuri," ujarnya singkat.
Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada beberapa titik:
- Rekaman CCTV selama 24 jam sebelum dan sesudah kematian.
- Daftar obat dan tindakan medis yang diberikan kepada korban.
- Keterangan perawat dan dokter jaga yang bertugas malam itu.
- Jejak komunikasi digital dari ponsel korban dan staf klinik.
Polisi belum menetapkan tersangka, namun sejumlah nama sudah dikantongi untuk dimintai klarifikasi. Pihak klinik sendiri disebut kooperatif, meski sempat mencoba menolak penyerahan data dengan alasan privasi pasien.
Kecurigaan Publik
Kabar ini sontak mengundang reaksi warganet dan warga sekitar. Sejumlah tetangga korban mengaku tidak menyangka Sutrimo akan meninggal hanya karena keluhan ringan. "Beliau sehat-sehat saja sebelumnya, makanya kami curiga ada yang tidak beres," tutur seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tim forensik kini menunggu hasil autopsi untuk memastikan ada tidaknya unsur kekerasan atau malapraktik. Sampel darah dan jaringan tubuh korban telah dikirim ke laboratorium Pusdokkes Mabes Polri. Hasilnya diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan.
Langkah Selanjutnya
Polisi berjanji akan membeberkan perkembangan kasus secara transparan setelah seluruh bukti terkumpul. "Kami pastikan penanganan kasus ini berjalan cepat dan akurat. Tidak ada tempat bagi pelanggaran hukum di institusi kesehatan," tegas sumber di kepolisian.
Sementara itu, Klinik Mordent masih beroperasi seperti biasa di bawah pengawasan ketat. Petugas berjaga di pintu masuk dan melarang wartawan mengambil gambar di area dalam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen klinik terkait insiden tersebut.
Comments (0)