35 Murid SDN Kauman 1 Malang Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi

Sebanyak 35 siswa SDN Kauman 1, Kota Malang, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat setelah mengalami gejala keracunan pada Kamis siang (25/7). Kejadian ini diduga kuat terkait konsumsi makan...

Jul 28, 2026 - 10:40
0 0
35 Murid SDN Kauman 1 Malang Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi

Sebanyak 35 siswa SDN Kauman 1, Kota Malang, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat setelah mengalami gejala keracunan pada Kamis siang (25/7). Kejadian ini diduga kuat terkait konsumsi makanan bergizi yang disediakan di sekolah.

Para siswa mendadak mual, muntah, dan diare sekitar dua jam setelah menyantap paket makan siang yang merupakan bagian dari program Makanan Bergizi (MBG). Wali kelas segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak puskesmas dan Dinas Pendidikan setempat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan sejumlah guru, para siswa mulai menyantap makan siang sekitar pukul 11.30 WIB. Menu hari itu adalah nasi, ayam semur, tumis kangkung, tahu, dan buah pisang. Tidak ada tanda-tanda makanan basi atau berbau aneh saat disajikan. Namun, sekitar pukul 13.45 WIB, seorang siswa kelas 4 tiba-tiba muntah di dalam kelas. Dalam waktu singkat, beberapa siswa lain di kelas yang sama dan kelas berbeda mengeluh mual dan sakit perut.

Situasi semakin genting ketika hampir seluruh siswa yang menyantap makanan tersebut menunjukkan gejala serupa. Guru-guru langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar dan meminta bantuan medis. "Kami tidak menyangka makanan yang tampaknya baik-baik saja bisa menyebabkan keracunan," ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Gejala dan Penanganan

Dokter di puskesmas mengonfirmasi bahwa gejala yang dialami para siswa meliputi muntah, diare, kram perut, dan demam ringan. Sebanyak 15 siswa yang kondisinya lebih serius dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar, sementara 20 lainnya dirawat di Puskesmas Klojen. Para pasien kecil tersebut mendapat infus cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Hingga malam hari, kondisi seluruh siswa dilaporkan membaik dan sudah bisa tersenyum kembali.

"Kami langsung lakukan observasi dan perawatan suportif. Tidak ada yang sampai kritis. Orang tua juga sudah kami hubungi," kata dr. Rini, dokter jaga di puskesmas.

Dugaan Penyebab: Bakteri pada Makanan

Dinas Kesehatan Kota Malang mengambil lima sampel untuk diuji di laboratorium, termasuk sampel nasi, ayam, sayur, dan air minum. Hasil uji cepat menunjukkan adanya bakteri coliform dalam jumlah melebihi ambang batas. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fanny, menuturkan bahwa bakteri yang umum menyebabkan keracunan akut seperti ini biasanya muncul akibat rantai dingin yang terputus atau proses pemasakan yang tidak sempurna.

"Kami menduga makanan terpapar suhu yang tidak tepat selama pengiriman atau penyimpanan. Ini sedang kami dalami," jelasnya. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk analisis lebih lanjut.

Penelusuran Vendor dan Distribusi

Informasi yang dihimpun, paket MBG untuk SDN Kauman 1 dipasok oleh sebuah katering lokal yang sudah bekerja sama dengan pemerintah kota selama tiga bulan terakhir. Dinas Pendidikan memastikan vendor tersebut memiliki izin usaha dan sertifikat higienis, namun investigasi akan menelusuri kemungkinan kelalaian pada hari kejadian. "Kami sudah meminta keterangan pengelola katering dan akan mengambil tindakan tegas jika terbukti lalai," ujar Kepala Dinas Pendidikan.

Respons dan Tindakan

Pihak sekolah langsung menghentikan program MBG untuk sementara dan mengganti sementara dengan skema lain untuk memastikan nutrisi siswa tetap terpenuhi. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan keprihatinannya dan berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan MBG di seluruh sekolah se-Malang. "Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Kami tidak akan mentolerir kelalaian sekecil apa pun," tegasnya.

Sementara itu, Polresta Malang juga telah memeriksa pengelola katering dan sejumlah saksi untuk mendalami dugaan kelalaian yang menyebabkan korban massal. Pasal yang mungkin diterapkan adalah terkait dengan Undang-Undang Pangan dan Perlindungan Anak jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat.

Imbauan bagi Orang Tua dan Masyarakat

Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua untuk tidak panik, namun tetap waspada. Jika anak mengalami gejala mual, muntah, atau diare pasca-makan MBG, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas Klojen membuka layanan 24 jam untuk merespons aduan dan memberikan penanganan. Selain itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi hingga hasil investigasi resmi dirilis.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh siswa yang dirawat sudah dipulangkan dan beraktivitas normal kembali. Kejadian ini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan program MBG yang tengah digencarkan, terutama menyangkut pengawasan mutu dan keamanan pangan di tingkat sekolah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User