Pemerintah Kembangkan Tata Kelola AI untuk Sekolah Rakyat, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memulai pengembangan tata kelola dan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyelenggar

Jul 08, 2026 - 05:07
0 0
Pemerintah Kembangkan Tata Kelola AI untuk Sekolah Rakyat, Siap Diterapkan Tahun Ajaran 2026/2027

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memulai pengembangan tata kelola dan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, menggandeng mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) sebagai peserta utama dalam riset dan pengembangan teknologinya.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sistem AI ini diproyeksikan akan mulai diimplementasikan di ratusan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini menandai percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya bagi satuan pendidikan yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menyampaikan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan akan menjadi solusi konkret dalam membantu kepala sekolah dan para guru. Tidak hanya sebatas otomatisasi administrasi, AI akan dirancang untuk mendukung proses pedagogis secara menyeluruh.

"Pemanfaatan AI akan membantu kepala sekolah dan guru dalam menyusun kurikulum, merancang strategi pembelajaran yang adaptif, hingga memfasilitasi pembuatan soal pre-test dan post-test secara otomatis dan terukur," ujar Robben Rico dalam keterangannya.

Program AITF sendiri merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi untuk mencetak talenta digital mumpuni yang mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. Dengan melibatkan mahasiswa Filkom UB, pengembangan sistem ini tidak hanya menghasilkan produk teknologi tepat guna, tetapi juga mengasah kompetensi sumber daya manusia Indonesia di bidang AI.

Sistem AI yang tengah dikembangkan diharapkan mampu menciptakan personalisasi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa di Sekolah Rakyat. Selain pembuatan soal, teknologi ini juga akan menganalisis capaian pembelajaran secara real-time sehingga guru dapat segera melakukan intervensi yang tepat.

Kehadiran tata kelola AI ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memeratakan kualitas pendidikan. Dengan dukungan teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memiliki standar pengajaran yang setara dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya, meskipun berada di daerah dengan keterbatasan akses terhadap tenaga pengajar berkualitas.

Rencana penerapan di tahun ajaran 2026/2027 memberikan waktu yang cukup bagi tim pengembang untuk menyempurnakan algoritma dan memastikan keamanan data siswa. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses pengembangan akan mengikuti regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku demi menjaga keamanan informasi peserta didik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User