Pembongkaran JPO Tendean Molor, Ini Penjelasan Dishub

JAKARTA — Proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, berlangsung lebih dari 10 jam. Dinas Perhubungan mengungkap sejumlah kendala teknis yang me...

Jul 15, 2026 - 12:47
0 0
Pembongkaran JPO Tendean Molor, Ini Penjelasan Dishub

JAKARTA — Proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, berlangsung lebih dari 10 jam. Dinas Perhubungan mengungkap sejumlah kendala teknis yang memicu molornya pengerjaan setelah struktur jembatan rusak berat akibat tabrakan truk pengangkut alat berat pada pagi hari.

Runtutan Peristiwa

Sekitar pukul 06.30 WIB, sebuah truk trailer yang membawa ekskavator menabrak bagian bawah JPO. Benturan keras menyebabkan kerangka baja dan lantai jembatan melengkung, membuatnya nyaris ambruk. Tak ada korban jiwa, tetapi petugas langsung menutup total ruas jalan dan mengevakuasi kendaraan yang tertimpa puing.

Tim teknis Dishub, kepolisian, dan kontraktor langsung berkoordinasi. Keputusan pembongkaran diambil karena konstruksi dinilai sudah tidak bisa diperbaiki dan membahayakan pengguna jalan. Namun, eksekusi di lapangan tak semudah perencanaan di atas kertas.

Kendala Demi Kendala

Kepala Dinas Perhubungan menjelaskan bahwa volume lalu lintas di Tendean menjadi tantangan utama. Meski sudah ada pengalihan arus, sisa-sisa material dan alat berat memakan dua lajur, mempersempit ruang gerak petugas. Selain itu, struktur baja yang bengkok menyulitkan pemotongan; tim harus menghindari potensi runtuhan mendadak yang bisa menimpa pekerja atau kendaraan di sekitarnya.

Cuaca siang yang terik juga menjadi faktor. Pekerja harus sering beristirahat agar tidak kelelahan, sementara alat pemotong hidrolik membutuhkan pendinginan berkala. “Kami prioritaskan keselamatan, bukan kecepatan,” ujar seorang pejabat Dishub di lokasi.

Dampak Lalu Lintas dan Respons Warga

Kemacetan parah tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular hingga ke Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Gatot Subroto. Sejumlah pengendara mengaku terjebak lebih dari satu jam. Petugas akhirnya memberlakukan sistem buka-tutup secara manual untuk mengurai kepadatan, namun tetap bekerja di tengah tekanan para pengguna jalan yang frustrasi.

Warga sekitar yang biasa menyeberang lewat JPO terpaksa berputar ke jembatan lain atau menyeberang di titik tak resmi. Dishub bersama Satpol PP sempat menugaskan personel untuk mengawasi pejalan kaki agar tak nekat melintas di tengah proyek.

Penyelesaian dan Tindak Lanjut

Pukul 17.45 WIB, rangka terakhir berhasil diturunkan. Total waktu pembongkaran mencapai 11 jam 15 menit — hampir dua kali lipat dari estimasi awal 6 jam. Seluruh puing langsung diangkut ke tempat pembuangan sementara, sementara Dishub berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membangun JPO pengganti dalam waktu dekat.

“Kami akan evaluasi pola pengangkutan barang berat di jam sibuk,” tambah pejabat tersebut. Insiden ini menjadi peringatan bagi pengelola logistik agar lebih waspada melintasi jalur padat di Jakarta Selatan. Sementara itu, rekayasa lalu lintas di titik Tendean masih akan berlaku hingga seluruh sisa material bersih dan aspal kembali mulus.

Pelajaran dari Tendean: tabrakan sekejap bisa melumpuhkan urat nadi kota selama belasan jam. Dan bagi tim lapangan, membongkar jembatan rusak tak lebih mudah daripada membangunnya kembali.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User