Pelaku Teror Ancaman Bom SD Srengseng Sawah Dibekuk Polisi
BREAKING NEWS — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan baru saja mengumumkan penangkapan pelaku teror ancaman bom yang sempat menggemparkan SDN Srengseng Sawah 15. Pria berinisial MY (34) kini sudah...
BREAKING NEWS — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan baru saja mengumumkan penangkapan pelaku teror ancaman bom yang sempat menggemparkan SDN Srengseng Sawah 15. Pria berinisial MY (34) kini sudah diamankan setelah melalui pengejaran singkat.
Detik-Detik Penangkapan
Penangkapan berlangsung pada Senin (13/7) pagi, hanya berselang beberapa jam setelah ancaman bom viral. MY dibekuk di kediamannya di kawasan Jagakarsa tanpa perlawanan. Barang bukti berupa ponsel yang diduga digunakan untuk mengirim pesan teror turut disita.
Informasi awal menyebutkan ancaman dikirim melalui pesan singkat. Isinya mengejutkan — pelaku mengklaim telah menanam bom di area sekolah. Pesan itu langsung memicu evakuasi massal dan respons darurat dari berbagai unit.
Penyisiran Gegana: Nihil Bahan Peledak
Tim Gegana dan Detasemen Khusus 88 Antiteror langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka menyisir setiap sudut bangunan, termasuk ruang kelas, lapangan, dan toilet. Hasilnya: Nihil. Tidak ada satu pun bahan peledak ditemukan.
Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan dengan penuh kewaspadaan selama hampir dua jam. Seluruh guru dan siswa sudah lebih dulu dievakuasi ke tempat aman. Proses ini berjalan tertib meski mencekam.
Fakta Cepat Kasus
- Pelaku: MY, 34 tahun, warga Jagakarsa
- Lokasi: SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan
- Waktu: Senin, 13 Juli 2026, pukul 06.45 WIB
- Ancaman: Pesan bom dikirim via teks, mengaku bom meledak saat upacara
- Status: Pelaku ditahan; tidak ada korban atau kerusakan
Respons Orang Tua dan Pihak Sekolah
Kepanikan sempat melanda orang tua yang mengantar anak di hari pertama masuk sekolah. Sejumlah saksi mata melihat orang tua menangis histeris. “Saya langsung menarik anak saya, takut terjadi apa-apa,” ujar seorang ibu yang enggan disebut namanya.
Pihak sekolah mengapresiasi gerak cepat kepolisian. Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Suryani, memastikan kegiatan belajar akan kembali normal keesokan harinya setelah sterilisasi total dan trauma healing singkat. “Kami syukur tidak ada apa-apa, terima kasih kepolisian,” katanya.
Motif Masih Didalami
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih menggali motif di balik aksi nekat MY. Dugaan awal mengarah pada motif pribadi, bukan jaringan terorisme. Pelaku diduga mengalami tekanan psikologis berat. Polisi belum merilis pernyataan resmi terkait kemungkinan gangguan jiwa.
“Kami masih melakukan pendalaman. Yang jelas, pelaku mengaku mengirim ancaman karena frustrasi dengan masalah pribadinya,” ujar Kapolsek Jagakarsa, Kompol Aris Purwanto.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sekolah menghadapi teror psikologis. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak mudah panik dan selalu melaporkan ancaman serupa ke pihak berwajib. Keamanan siswa tetap prioritas utama.
Hingga saat ini, situasi di SDN Srengseng Sawah 15 sudah kondusif. Garis polisi dibuka kembali dan orang tua diperbolehkan menjemput anak-anak yang sebelumnya dievakuasi. Proses hukum terhadap MY terus berjalan.
Baca juga:
Comments (0)