Mendagri Tinjau Jembatan Enang-Enang, Perkuatan dan Bangun Baru Dipastikan
BARU SAJA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan inspeksi mendadak ke Jembatan Enang-Enang di Aceh, Sabtu (13/7/2026). Dalam kunjungan yang berlangsung tanpa protokoler berlebih ini, ia mem...
BARU SAJA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan inspeksi mendadak ke Jembatan Enang-Enang di Aceh, Sabtu (13/7/2026). Dalam kunjungan yang berlangsung tanpa protokoler berlebih ini, ia memastikan pemerintah akan segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan jalur vital tersebut.
Kunjungan Tanpa Jadwal
Mendagri tiba di lokasi pagi tadi dan langsung memeriksa struktur jembatan yang menjadi urat nadi warga setempat. Dua opsi penanganan dikonfirmasi langsung di lapangan: memperkuat jembatan lama yang mulai keropos dan membangun jembatan baru di sisi yang lebih aman.
Tidak ada upacara penyambutan. Tito hanya didampingi satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang siaga penuh di kawasan rawan bencana itu.
Kondisi Jembatan Kritis
Jembatan Enang-Enang melintasi sungai dengan arus deras dan sudah berusia puluhan tahun. Beberapa bagian pilar mengalami pengikisan serius. Retakan horizontal terlihat di tiga titik tumpuan, sementara lantai kendaraan turun hingga 4 sentimeter. Warga terpaksa melintas bergiliran dengan kecepatan rendah sejak sepekan terakhir.
"Keselamatan publik tidak bisa dikompromikan," ujar seorang pejabat satgas di sela peninjauan. Satgas PRR bergerak cepat mengamankan area dengan rambu darurat dan penerangan tambahan. Laporan terbaru menyebut volume kendaraan yang melintas tetap tinggi, mencapai 2.400 unit per hari, karena jalur alternatif memutar hingga 37 kilometer.
Perkuatan & Pembangunan Baru
Strategi ganda dipaparkan: tim struktur akan menyuntikkan epoxy ke celah beton dan memasang pelat baja di pilar kritis sebagai tindakan sementara. Secara paralel, proses desain jembatan baru dengan bentang lebih panjang dan fondasi dalam akan dimulai bulan depan.
Anggaran awal yang disiapkan terindikasi mencapai Rp28 miliar dari APBN pos darurat dan dukungan Kemendagri. Kontraktor pelaksana ditargetkan ditunjuk melalui lelang terbatas dalam 14 hari agar pekerjaan fisik bisa dimulai di kuartal ketiga tahun ini.
Luruskan Informasi Simpang Siur
Kasatgas PRR menegaskan klarifikasi penting: tidak ada penutupan total jembatan selama perkuatan berlangsung. Informasi yang beredar di media sosial tentang pembongkaran massal disebut tidak benar. "Kami hanya akan membatasi beban kendaraan di atas 8 ton saat pengecoran berlangsung," jelasnya.
Satgas juga membantah isu pembebasan lahan yang mandek. Proses administrasi sudah tuntas 90 persen dan hanya menunggu tanda tangan kepala daerah untuk pelepasan aset desa. Seluruh warga terdampak, kata dia, sudah mendapat sosialisasi langsung kemarin.
Respon & Harapan
Warga Desa Enang-Enang menyambut baik langkah cepat ini. Seorang tokoh setempat, yang ikut memantau peninjauan, berharap jembatan baru nanti mampu menahan beban kendaraan pasca-banjir dan memperlancar distribusi hasil pertanian. "Kami sudah 12 tahun menunggu janji perbaikan," katanya dengan nada lega.
Mendagri Tito Karnavian berjanji tidak akan ada lagi penundaan. "Ini prioritas nasional. Saya akan datang lagi untuk memastikan progres," tegasnya sebelum meninggalkan lokasi. Tim teknis Kementerian PUPR dijadwalkan tiba Senin untuk menggelar uji geoteknik menyeluruh.
Baca juga:
Comments (0)