Ortu Siswa Ricuh Rebutkan Bangku Depan di Hari Pertama Sekolah Tangerang

TANGERANG — Suasana hari pertama masuk sekolah di sebuah SD Negeri di wilayah Tangerang mendadak kacau, Senin (14/7). Puluhan orang tua siswa kelas 1 dikabarkan nyaris bentrok fisik demi memperebutk...

Jul 13, 2026 - 16:44
0 0
Ortu Siswa Ricuh Rebutkan Bangku Depan di Hari Pertama Sekolah Tangerang

TANGERANG — Suasana hari pertama masuk sekolah di sebuah SD Negeri di wilayah Tangerang mendadak kacau, Senin (14/7). Puluhan orang tua siswa kelas 1 dikabarkan nyaris bentrok fisik demi memperebutkan bangku paling depan di ruang kelas untuk anak-anak mereka. Insiden yang sempat menghentikan aktivitas belajar-mengajar ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya persepsi orang tua terhadap posisi duduk ideal yang dianggap memengaruhi prestasi akademik anak.

Kericuhan Tak Terhindarkan

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kegaduhan mulai terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat gerbang sekolah dibuka. Sejumlah orang tua langsung berlarian memasuki kelas, saling dorong, dan berebut menempatkan tas anak di meja baris pertama. Aksi saling serobot itu memicu teriakan dan cekcok mulut. Beberapa ayah bahkan sempat adu fisik sebelum akhirnya dilerai oleh guru dan petugas keamanan sekolah. “Saya tidak mau anak saya duduk di belakang. Di depan, guru kan lebih mudah mengawasi,” ujar salah satu wali murid yang terlibat percekcokan.

Kepanikan serupa juga dialami orang tua yang datang lebih awal. Mereka mengaku telah menunggu sejak subuh demi mengamankan kursi strategis. Seorang ibu mengaku rela tidak sarapan agar bisa antre pertama. “Kalau telat, bangku depan pasti sudah diambil. Anak saya pendiam, kalau di belakang bisa makin tidak diperhatikan,” katanya dengan nada khawatir.

Persepsi Keliru tentang Posisi Duduk

Keyakinan bahwa bangku depan menjamin fokus belajar ternyata tidak sepenuhnya didukung oleh riset. Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Anita Purnama, menegaskan bahwa tidak ada korelasi langsung antara posisi duduk dan tingkat konsentrasi. “Fokus anak lebih ditentukan oleh metode pengajaran guru, lingkungan kelas yang kondusif, dan kondisi psikologis siswa, bukan semata lokasi duduk,” jelasnya saat dihubungi. Menurutnya, guru profesional selalu berusaha memeratakan perhatian ke seluruh siswa, tidak hanya yang duduk di depan.

Psikolog anak, dr. Bimo Adrianto, menambahkan bahwa obsesi orang tua terhadap bangku depan justru bisa menimbulkan tekanan psikologis pada anak. “Anak yang dipaksa harus di depan, padahal ia lebih nyaman di tempat lain, bisa merasa cemas dan tertekan. Akibatnya, bukannya fokus, ia malah tidak bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Kronologi dan Tindakan Sekolah

Pihak sekolah segera mengambil langkah untuk meredakan situasi. Kepala SD tersebut, yang enggan disebutkan namanya, langsung memerintahkan seluruh orang tua keluar dari area kelas dan menenangkan kerumuman. Berikut kronologinya:

  • Pukul 07.20 WIB – Ratusan orang tua sudah memadati halaman sekolah.
  • Pukul 07.30 WIB – Pintu kelas dibuka, orang tua berebut masuk, beberapa jatuh tersandung.
  • Pukul 07.45 WIB – Cekcok multut terjadi antara dua ayah yang sama-sama menaruh tas anak di kursi depan.
  • Pukul 08.00 WIB – Kepala sekolah dan guru menenangkan situasi, meminta orang tua menunggu di luar.
  • Pukul 08.15 WIB – Guru menggunakan sistem undian untuk menentukan tempat duduk siswa sebagai solusi adil.

Pihak sekolah menyatakan akan melakukan sosialisasi kepada orang tua tentang pentingnya menyerahkan pengelolaan kelas sepenuhnya kepada guru. “Kami akan menggelar pertemuan rutin untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan para orang tua,” tutur seorang guru yang ikut menangani insiden tersebut. Kepolisian setempat tidak menerima laporan resmi karena tidak ada korban atau kerusakan, namun petugas keamanan sekolah berjanji memperketat pengamanan pada hari-hari berikutnya.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa masuk sekolah masih menyisakan dinamika yang berpotensi memicu konflik jika tidak dikelola dengan bijak. Para pendidik berharap orang tua dapat lebih percaya pada profesionalisme guru dan tidak terjebak dalam mitos posisi duduk yang belum tentu benar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User