Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Mulai Digalakkan Nasional

JAKARTA – Pemerintah resmi menggulirkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sebagai inisiatif nasional terbaru. Langkah ini menandai dimulainya kampanye masif yang menyasar jutaan keluarga d...

Jul 13, 2026 - 16:45
0 0
Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Mulai Digalakkan Nasional

JAKARTA – Pemerintah resmi menggulirkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sebagai inisiatif nasional terbaru. Langkah ini menandai dimulainya kampanye masif yang menyasar jutaan keluarga di seluruh Indonesia.

Peluncuran dilakukan serentak di 34 provinsi pada awal pekan ini, menindaklanjuti uji coba terbatas di sepuluh kota besar. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ratna Susanti, menegaskan gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi pembangunan karakter keluarga.

Angka Partisipasi Ayah Masih Rendah

Data kementerian menunjukkan hanya 30 persen ayah di Indonesia yang terlibat dalam rutinitas mengantar anak ke sekolah. Sementara riset membuktikan kehadiran ayah di pagi hari berdampak langsung pada kepercayaan diri dan prestasi akademik anak.

“Keterlibatan ayah sejak anak membuka hari adalah fondasi kesehatan mental yang sering terlupakan,” ujar Ratna dalam keterangan pers. Gerakan ini diharapkan mengikis kultur lama yang menempatkan beban pengasuhan hanya pada ibu.

Dukungan Lintas Sektor

Pemerintah tidak mewajibkan, namun mendorong perusahaan memberikan fleksibilitas jam kerja bagi ayah. Beberapa sekolah negeri kini melengkapi fasilitas jalur khusus drop-off dan zona aman orang tua yang diperlebar.

Di DKI Jakarta, Dinas Pendidikan menerbitkan edaran agar sekolah membuka gerbang lebih awal. Sementara Wali Kota Surabaya melaporkan lonjakan partisipasi ayah hingga 40 persen selama masa uji coba. “Ini tentang memulai hari dengan dialog bermakna antara ayah dan anak, bukan sekadar transportasi,” tegas Kepala Dinas Pendidikan DKI, Budi Santoso.

Praktisi pendidikan, Dewi Lestari, menyebut gerakan serupa di sejumlah negara maju terbukti menurunkan angka kenakalan remaja dan meningkatkan kohesi keluarga. Penguatan peran ayah di ranah domestik dianggap sebagai kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.

Kisah Nyata dari Garda Depan

Andi Pratama (35), seorang pegawai swasta di Yogyakarta, mengaku merasakan perubahan signifikan sejak konsisten mengantar putrinya. “Saya jadi tahu teman-teman sekolahnya, keluh kesahnya. Hubungan kami berubah jadi lebih terbuka,” tuturnya. Kesaksian serupa mengalir dari para ayah di Makassar dan Medan yang terlibat dalam uji coba.

Pemantauan dan Target

Pusat Data dan Informasi Kementerian akan merilis aplikasi “GAMAS Tracker” untuk memonitor partisipasi ayah secara real-time. Data ini menjadi dasar pemberian insentif bagi daerah dan sekolah dengan tingkat keterlibatan ayah tertinggi.

Pemerintah menargetkan peningkatan partisipasi ayah minimal 20 persen dalam kurun waktu satu tahun. Evaluasi akan dilakukan tiap semester melalui survei nasional yang melibatkan komite sekolah dan lembaga independen. Dengan fondasi yang kokoh, GAMAS diharapkan mencetak generasi emas yang seimbang secara akademik, emosional, dan sosial.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User