Netanyahu Tegaskan Israel Tetap di Lebanon Selatan Hingga Ancaman Hizbullah Sirna

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan negaranya tidak akan menarik diri dari Lebanon selatan sebelum ancaman dari kelompok Hizbullah benar-benar hilang. Pern

Jul 07, 2026 - 23:21
0 0
Netanyahu Tegaskan Israel Tetap di Lebanon Selatan Hingga Ancaman Hizbullah Sirna

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan negaranya tidak akan menarik diri dari Lebanon selatan sebelum ancaman dari kelompok Hizbullah benar-benar hilang. Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah proses diplomasi yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Netanyahu menyampaikan sikap tersebut setelah Lebanon dan Israel menandatangani pakta kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat pekan lalu. Kesepakatan itu dirancang untuk membuka jalan menuju perdamaian di antara kedua negara yang telah lama berseteru.

Berdasarkan laporan yang diterima Beritatercepat.com dari sumber-sumber diplomatik, pakta tersebut secara spesifik menetapkan bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki sangat bergantung pada proses pelucutan senjata Hizbullah yang harus dilakukan oleh pemerintah Beirut. Mekanismenya dilakukan melalui pembentukan "zona percontohan" di Lebanon selatan yang nantinya akan diambil alih sepenuhnya oleh militer Lebanon.

"Posisi kami jelas, kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman tersebut hilang. Dan selama Hizbullah, yang bersenjata, masih ada di sini dan mengancam kami, kami akan tetap berada di sini," ujar Netanyahu dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa rumitnya dinamika keamanan di kawasan perbatasan. Di satu sisi, kerangka kerja damai telah disepakati, namun di sisi lain, Israel tetap mempertahankan hak untuk menentukan sendiri kapan ancaman dari Hizbullah dinyatakan telah sirna. Hal ini berpotensi menimbulkan interpretasi sepihak yang dapat mempersulit implementasi kesepakatan di lapangan.

Lebanon sendiri saat ini tengah berupaya memperkuat kapasitas militernya agar mampu mengambil alih kendali penuh di wilayah selatan, yang selama ini menjadi basis kekuatan Hizbullah. Namun, koordinasi antara pemerintah Beirut dan kelompok tersebut masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya teratasi.

Menurut analis yang dihubungi media kami, zona percontohan yang diusulkan dalam perjanjian itu akan menjadi ujian pertama bagi kemampuan tentara Lebanon untuk benar-benar menegakkan otoritasnya di wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Hizbullah. Israel, sementara itu, terus memantau dengan cermat setiap perkembangan di kawasan tersebut dan tidak ragu-ragu untuk mempertahankan kehadiran militernya selama diperlukan.

Pernyataan Netanyahu ini juga menegaskan kembali komitmen Tel Aviv untuk melindungi wilayah utara Israel dari serangan lintas perbatasan yang selama ini terjadi. Ancaman rudal dan infiltrasi dari Lebanon selatan menjadi perhatian utama keamanan nasional Israel yang tidak dapat dikompromikan.

Situasi di Lebanon selatan kini memasuki fase yang sangat krusial, di mana keberhasilan penerapan zona percontohan dan pelucutan senjata Hizbullah akan menentukan laju penarikan pasukan Israel serta prospek perdamaian jangka panjang di antara kedua negara bertetangga tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User