Hujan Deras Picu Banjir Parah hingga Atap Rumah di Ghana
ACCRA — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur ibu kota Ghana, Accra, selama lebih dari enam jam pada Rabu malam (12/3) telah memicu banjir besar di sejumlah distrik. Air bah merendam permuk
ACCRA — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur ibu kota Ghana, Accra, selama lebih dari enam jam pada Rabu malam (12/3) telah memicu banjir besar di sejumlah distrik. Air bah merendam permukiman padat, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai atap rumah, merendam kendaraan, dan memutus akses jalan utama.
Berdasarkan laporan tim Beritatercepat.com di lapangan, banjir paling parah terjadi di kawasan Adabraka, Nima, dan sekitar Lapangan Makola. Seorang saksi mata menuturkan bahwa air tiba-tiba meluap dari selokan dan sungai di sekitar permukiman setelah hujan turun tanpa jeda sejak sore hari. Warga panik menyelamatkan barang-barang berharga, tetapi banyak yang tidak sempat melakukannya karena arus datang begitu cepat.
Evakuasi Warga dan Dampak Sosial
Regu penyelamat dari National Disaster Management Organisation (NADMO) bersama sukarelawan setempat langsung dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Perahu karet dan truk militer digunakan untuk menjangkau korban di wilayah yang genangannya paling tinggi. Rumah sakit sementara dan posko bantuan didirikan di sekolah-sekolah yang tidak terendam.
“Kami tidak pernah melihat banjir secepat ini sebelumnya. Dalam hitungan menit, air sudah masuk ke rumah sampai atap. Saya harus membawa anak-anak saya ke tetangga yang rumahnya lebih tinggi,” ujar Ama Serwaa, warga Adabraka, dalam wawancara dengan media kami.
Sementara itu, Kepala NADMO Wilayah Greater Accra, Kofi Essien, menyatakan bahwa evakuasi massal masih berlangsung dan pihaknya mendata kerusakan. “Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material sangat besar. Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak kembali ke rumah sebelum air benar-benar surut,” katanya.
Penyebab dan Sorotan Infrastruktur
Para pengamat lingkungan menyebut banjir ini bukan semata akibat cuaca ekstrem, tetapi juga karena buruknya sistem drainase di Accra. Banyak saluran air tersumbat sampah plastik dan sedimen, sementara pembangunan ilegal di bantaran sungai mempersempit jalur aliran. Beberapa hari sebelumnya, Badan Meteorologi Ghana memang telah mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan lebat di pesisir selatan, namun kapasitas tampung kota dinilai tidak memadai.
Banjir ini menjadi pengingat pahit akan tragedi serupa pada 2023 yang juga merenggut nyawa. Pemerintah kota berjanji melakukan normalisasi saluran dan menertibkan bangunan liar, namun implementasinya terkendala anggaran dan lahan. Masyarakat pun menuntut solusi jangka panjang, tidak hanya bantuan darurat yang sifatnya sementara.
Tanggap Darurat dan Harapan ke Depan
Hingga pagi tadi, distribusi air bersih, makanan hangat, dan selimut terus dilakukan di titik pengungsian. Organisasi kemanusiaan lokal dan internasional mulai bergerak untuk menambah stok logistik. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri juga telah membuka jalur koordinasi dengan LSM untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya investasi pada infrastruktur tahan iklim di kota-kota besar Afrika. Sejumlah kalangan meminta agar dana rekonstruksi tidak hanya fokus pada pengeringan kawasan, tetapi juga perbaikan sistem drainase dan ruang terbuka hijau sebagai penampung air. Warga berharap, kejadian yang hampir merendam atap rumah mereka ini menjadi yang terakhir kali terulang.
Comments (0)