Mengukur Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia selalu membanggakan identitasnya sebagai negara maritim. Dengan lebih dari dua pertiga wilayah berupa lautan, garis pantai membentang sepanjang hampir 100 ribu kilometer, serta lebih dari 1

Jul 08, 2026 - 05:04
0 0
Mengukur Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia selalu membanggakan identitasnya sebagai negara maritim. Dengan lebih dari dua pertiga wilayah berupa lautan, garis pantai membentang sepanjang hampir 100 ribu kilometer, serta lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar, negeri ini menyimpan kekayaan hayati laut yang masuk jajaran terbesar di dunia. Laut bukan sekadar ruang yang menyatukan Nusantara, melainkan juga sumber pangan, energi, jalur perdagangan, hingga fondasi identitas kebangsaan.

Namun di balik kebanggaan itu, muncul satu pertanyaan mendasar yang terus mengusik rasa ingin tahu banyak pihak: berapa sesungguhnya nilai kekayaan laut Indonesia? Pertanyaan ini tampak sederhana, tetapi jawabannya menuntut pemahaman yang jauh lebih rumit daripada sekadar menghitung volume produksi ikan, total nilai ekspor, atau besaran investasi di sektor kelautan.

Selama puluhan tahun, pembangunan kelautan lebih banyak mengukur apa yang dapat diambil dari laut daripada apa yang sesungguhnya diberikan laut kepada kehidupan.

Paradigma lama itulah yang kini mulai digugat. Jauh sebelum laut menghasilkan tangkapan ikan bagi nelayan atau menjadi destinasi wisata bahari yang memikat, ia telah menyediakan beragam jasa ekosistem yang menjadi penopang utama kehidupan manusia. Jasa-jasa ini kerap tidak terlihat dan jarang diperhitungkan dalam neraca ekonomi, padahal nilainya sangat fundamental.

Laporan dari berbagai kajian yang dihimpun media kami menunjukkan bahwa terumbu karang, misalnya, bukan hanya hiasan bawah laut yang indah. Ia adalah habitat bagi ribuan spesies ikan dan biota laut yang secara langsung mendukung produktivitas perikanan nasional. Tanpa terumbu karang yang sehat, stok ikan akan menurun drastis, dan itu berarti melemahkan ketahanan pangan jutaan masyarakat.

Sementara itu, padang lamun yang sering diabaikan ternyata memiliki peran ganda yang krusial. Ekosistem ini menjadi tempat pembesaran berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru dalam jumlah besar. Perannya dalam mitigasi perubahan iklim semakin menegaskan bahwa nilai lamun tidak bisa dihitung hanya dari apa yang tampak di permukaan.

Tidak kalah penting adalah ekosistem pesisir yang melindungi garis pantai dari abrasi dan terjangan gelombang. Hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya menjaga kualitas perairan, menahan sedimen, serta menopang kehidupan jutaan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut untuk bertahan hidup. Semua jasa ini berjalan tanpa henti, menciptakan nilai ekonomi dan ekologis yang sesungguhnya tak ternilai, meski jarang tercatat dalam statistik resmi manapun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User