Mendagri Tito Puji Upaya Pelestarian Desa Adat Matabesi di Belu NTT
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Matabesi yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya tersebut, ia membe
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Matabesi yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya tersebut, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen masyarakat setempat dalam menjaga dan melestarikan warisan adat serta budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Tito menilai bahwa Desa Adat Matabesi merupakan permata tersembunyi yang memiliki daya tarik luar biasa. Ia melihat potensi besar desa ini untuk dikembangkan tidak hanya sebagai cagar budaya yang dilindungi, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.
Perbandingan dengan Wae Rebo
Dalam keterangannya, Tito sempat membandingkan atmosfer Desa Adat Matabesi dengan destinasi wisata ikonik lainnya di NTT, yakni Wae Rebo. Meski demikian, ia menekankan bahwa Desa Adat Matabesi memiliki keunikan dan karakteristik yang sangat khas dan tidak kalah memukaunya.
"Desa ini mengingatkan saya pada Wae Rebo, tapi sejujurnya Matabesi punya karakteristiknya sendiri yang sangat kuat. Rumah-rumah adat di sini telah bertahan melewati waktu, usianya diperkirakan mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan tahun. Ini adalah bukti ketangguhan arsitektur nenek moyang kita," ungkap Tito dalam kunjungannya.
Selain keunikan arsitektur rumah adatnya, Tito juga memuji kondisi lingkungan sekitar desa yang masih sangat asri dan alami. Pepohonan berusia tua yang tumbuh kokoh di sekitar pemukiman warga turut menambah nilai autentik dan magis dari kawasan permukiman tradisional tersebut. Keasrian ini, menurutnya, adalah modal utama yang harus dijaga dan dipromosikan kepada dunia luar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian tugas Mendagri dalam memantau langsung kondisi pemerintahan dan masyarakat di daerah. Kehadiran Tito disambut antusias oleh para tetua adat dan warga setempat. Ia pun berpesan agar pemerintah daerah turut aktif berkolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga eksistensi desa adat ini, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan selama bergenerasi.
Comments (0)