Jalan Terbuka, Derita 81 Tahun Terkubur: Upah-Upah Haru Warga Sipiongot untuk Bobby Nasution
MEDAN, Beritatercepat.com — Tangis haru dan rasa syukur mewarnai sebuah acara pengajian di Kompleks Menteng Indah, Medan, Minggu (28/6/2026). Di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Riton
MEDAN, Beritatercepat.com — Tangis haru dan rasa syukur mewarnai sebuah acara pengajian di Kompleks Menteng Indah, Medan, Minggu (28/6/2026). Di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga, puluhan warga Dolok Sipiongot menyambut Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai pembebas. Bagi masyarakat Sipiongot, pembangunan jalan yang kini mulai menghubungkan mereka dengan peradaban modern adalah akhir dari cerita pilu yang telah berlangsung selama 81 tahun.
Selama delapan dekade lebih, warga di wilayah itu harus berdamai dengan realitas pahit. Mereka terbiasa berjalan kaki selama berjam-jam menyusuri jalanan tanah liat yang becek dan licin. Saat musim hujan tiba, medan berubah menjadi kubangan lumpur yang kerap menelan sandal dan mematahkan semangat. Hasil bumi melimpah, tetapi biaya logistik dan waktu tempuh yang ekstrem membuat ekonomi mereka seolah terkurung dalam tempurung. Singkong, pisang, dan hasil kebun lainnya kerap membusuk di perjalanan sebelum sempat menyentuh pasar.
"Kami tidak pernah membayangkan bisa melihat kendaraan roda empat masuk ke kampung kami tanpa harus didorong bergotong royong. Ini bukan cuma aspal dan batu, tetapi ini adalah napas baru bagi kehidupan kami," ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam laporan media kami, menggambarkan betapa perubahan itu kini tak lagi menjadi mimpi di siang bolong.
Upah-Upah untuk Sang Pembuka Jalan
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) menggelar prosesi adat "upah-upah" untuk Bobby Nasution. Ritual khas Batak ini sarat makna, sebagai doa dan pemberkatan agar sang pemimpin selalu dilimpahi keselamatan, kesehatan, serta kekuatan melanjutkan misinya membangun daerah-daerah terpencil. Dalam budaya setempat, upah-upah tidak diberikan sembarangan; ini adalah ekspresi terima kasih mendalam dari hati yang paling tulus atas sebuah pertolongan besar yang mengubah takdir kolektif.
Bobby Nasution, yang dalam berbagai kesempatan kerap menekankan pentingnya memutus rantai kemiskinan dari hulu, menyambut upacara itu dengan rendah hati. Infrastruktur dasar seperti jalan, sambungnya dalam sambutan di hadapan hadirin, bukanlah proyek mercusuar untuk memamerkan kemajuan, melainkan hak rakyat yang telah terlalu lama ditunda. Keterbukaan akses diyakini akan segera mengerek harga jual hasil tani, memperpendek mata rantai distribusi, dan membuka pintu bagi lahirnya generasi-generasi baru Sipiongot yang lebih sehat dan berpendidikan tinggi karena kini akses ke fasilitas kesehatan dan sekolah menjadi lebih mudah.
Kini, suara deru kendaraan yang membawa harapan perlahan menggantikan keluh kesah langkah kaki yang kelelahan. Setelah 81 tahun terisolasi, Sipiongot bukan hanya sekadar nama di peta, melainkan mulai menjelma menjadi daerah yang tersenyum menyambut masa depan yang lebih terang.
Comments (0)