Mau Tekan Impor BBM, Bahlil Sebut Butuh 4 Juta KL Etanol buat Program E20

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung kebutuhan bahan bakar minyak jenis bensin di dalam negeri mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun. Dari angka itu, pemerintah menarge

Jul 08, 2026 - 00:31
0 0
Mau Tekan Impor BBM, Bahlil Sebut Butuh 4 Juta KL Etanol buat Program E20

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung kebutuhan bahan bakar minyak jenis bensin di dalam negeri mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun. Dari angka itu, pemerintah menargetkan implementasi program bauran bioetanol E20 yang akan mencampurkan sekitar 4 juta kiloliter etanol ke dalam konsumsi bensin nasional. Langkah tersebut dinilai strategis untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Minggu (28/6/2026), menjelaskan bahwa kebijakan itu merupakan respons langsung terhadap kesenjangan antara produksi bensin dalam negeri dengan konsumsi yang terus meningkat. Ia merinci, dari total kebutuhan 40 juta kiloliter bensin per tahun, kapasitas produksi domestik saat ini baru mencapai 14,3 juta kiloliter. Artinya, Indonesia harus mengimpor hampir 25 juta kiloliter bensin setiap tahun untuk menutup defisit tersebut.

Strategi Bauran Etanol untuk Kurangi Impor

Dengan rampungnya peningkatan kualitas dan kapasitas kilang Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026, produksi bensin dalam negeri bertambah sebesar 5,5 juta kiloliter. Sehingga, defisit impor bensin dapat ditekan menjadi sekitar 20 juta kiloliter. Namun, Bahlil menekankan bahwa upaya pengurangan impor tidak bisa hanya bertumpu pada penambahan kapasitas kilang konvensional, melainkan harus didorong melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk bioetanol.

Untuk mewujudkan program E20—yakni campuran 20 persen etanol dalam bensin—diperkirakan dibutuhkan pasokan 4 juta kiloliter etanol per tahun. Angka itu muncul dari hitungan kasar bahwa setiap 1 persen bauran etanol setara dengan sekitar 200 ribu kiloliter etanol. Jika target 20 persen itu tercapai, maka konsumsi etanol nasional akan mencapai 4 juta kiloliter.

“Kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 40 juta kiloliter dan dari 40 juta kiloliter itu, kapasitas produksi kita itu hanya 14,3 juta kiloliter, jadi impornya hampir 25 juta kiloliter. Namun begitu, kilang Balikpapan yang kita resmikan di Januari 2026 bertambah produksinya 5,5 juta kiloliter bensin sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta kiloliter,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan bahwa program bauran bioetanol tidak hanya akan menghemat devisa negara miliaran dolar AS, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri gula dan etanol berbasis tebu, singkong, serta limbah pertanian di dalam negeri. Dengan strategi ini, pemerintah berharap ketergantungan pada impor bensin bisa terus ditekan secara bertahap sejalan dengan peningkatan produksi etanol nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User