Bos Bursa Pasang Target 1.100 Emiten Baru, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp30.000 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok target ambisius untuk periode 2026 hingga 2030, termasuk menambah 1.100 perusahaan tercatat baru. Hal itu diungkapkan Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam Rap

Jul 08, 2026 - 00:30
0 0
Bos Bursa Pasang Target 1.100 Emiten Baru, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp30.000 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok target ambisius untuk periode 2026 hingga 2030, termasuk menambah 1.100 perusahaan tercatat baru. Hal itu diungkapkan Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara virtual, Senin (29/6). Menurut laporan media kami, target tersebut merupakan bagian dari peta jalan pengembangan pasar modal Indonesia yang lebih dalam dan inklusif.

Rincian Target Kuantitatif BEI

Jeffrey merinci, setidaknya ada tiga target utama yang ingin dicapai BEI pada 2030. Pertama, jumlah emiten tercatat ditargetkan bertambah hingga 1.100 perusahaan. Kedua, kapitalisasi pasar diharapkan menembus Rp30.000 triliun. Ketiga, rata-rata nilai transaksi harian dibidik mencapai Rp31 triliun.

"Target kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun, yang kedua target rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun," ungkap Jeffrey dalam RUPST.

Target penambahan 1.100 emiten baru itu bukanlah angka yang kecil. Jika dihitung secara rata-rata, BEI harus mencatatkan sekitar 220 perusahaan baru per tahun selama lima tahun ke depan. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 BEI mencatatkan kurang lebih 80 emiten baru. Artinya, Otoritas Bursa harus bekerja ekstra keras menggandeng calon emiten dari berbagai sektor, termasuk perusahaan teknologi, UMKM, dan perusahaan daerah.

Strategi Pencapaian

Untuk mewujudkan target tersebut, Jeffrey menyebut BEI akan memperkuat sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, serta asosiasi industri. Selain itu, BEI juga akan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke berbagai kota di Indonesia melalui program "Go Public" dan "Pasar Modal Nusantara".

Tak hanya mengandalkan penambahan emiten baru, BEI juga akan mendorong emiten existing untuk melakukan aksi korporasi seperti rights issue, stock split, atau penerbitan instrumen baru yang dapat meningkatkan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan. Upaya menarik investor domestik, khususnya investor ritel, juga menjadi perhatian. Saat ini jumlah investor pasar modal Indonesia sudah melampaui 20 juta Single Investor Identification (SID), dan BEI berharap angkanya bisa terus tumbuh hingga 30 juta pada 2030.

Dengan target yang telah ditetapkan, pasar modal Indonesia diharapkan mampu bersaing di tingkat regional dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Para pelaku pasar menyambut baik target ini, meski menilai dibutuhkan eksekusi yang konsisten dan kondisi ekonomi makro yang mendukung agar semua target dapat tercapai tepat waktu.

Media kami akan terus memantau perkembangan realisasi target-target tersebut dan dampaknya terhadap ekosistem investasi di Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User