KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam OTT Sabtu Malam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengamankan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung pada Sabtu malam (11/4/2026). Penangkapan ini sontak...

Jul 12, 2026 - 15:28
0 0
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam OTT Sabtu Malam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengamankan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung pada Sabtu malam (11/4/2026). Penangkapan ini sontak mengguncang panggung politik lokal dan menjadi sorotan nasional.

Peristiwa Penangkapan

Tim penindakan KPK bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat. Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mengepung kediaman pribadi bupati di kawasan elit Tulungagung. Gatut Sunu Wibowo diduga tengah menerima penyerahan uang dari dua perantara yang juga ikut diamankan.

Barang bukti yang disita meliputi uang tunai sejumlah Rp850 juta, beberapa dokumen proyek, serta telepon seluler. Aparat juga menyegel satu koper yang diduga berisi sisa uang suap yang belum sempat dibuka. Selain Bupati, KPK mengamankan AS (48) dan RM (52) yang diduga sebagai perantara pengusaha. Ketiganya digelandang ke Jakarta menggunakan pesawat komersial malam itu juga.

AS diketahui sebagai pengusaha konstruksi lokal yang kerap memenangkan proyek-proyek besar di Tulungagung. Sementara RM adalah asisten pribadi Bupati yang diduga menjemput uang dari pihak kontraktor. Penggeledahan di kediaman Bupati berlangsung sekitar tiga jam dan disaksikan oleh ketua RT setempat.

Pernyataan Resmi KPK

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, beberapa jam setelah OTT. "Kami telah mengamankan seorang kepala daerah dan dua pihak swasta setelah menerima laporan terkait transaksi suap proyek infrastruktur," tegasnya.

Asep mengungkapkan bahwa operasi ini dipicu oleh pengawasan yang diperketat terhadap penggunaan anggaran di daerah. "Kami tidak akan berhenti sampai titik terang terungkap. Semua aset yang diduga hasil kejahatan akan kami telusuri," imbuhnya.

Dugaan Aliran Dana Proyek

Hasil olah tempat kejadian perkara sementara menunjukkan, uang tersebut diduga merupakan fee 3 persen dari proyek pembangunan jalan senilai Rp45 miliar. Gatut Sunu Wibowo disinyalir telah mengarahkan lelang kepada kontraktor pemenang melalui perantara yang telah diamankan.

Penyidik kini memburu dokumen lain di Kantor Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum. Surat perintah penggeledahan telah dikantongi untuk memperlebar penyelidikan.

Respon Publik dan Pemerintah Daerah

Berita penangkapan ini memantik reaksi warga. Puluhan orang berkumpul di depan kantor KPK sambil membawa poster dukungan. Di sisi lain, Wakil Bupati Tulungagung dipanggil untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Di media sosial, tagar #OTT_Tulungagung menjadi trending topic. Warganet ramai mengunggah foto-foto penangkapan yang direkam oleh tetangga.

Pengamat hukum tata negara mengingatkan, OTT ini menjadi alarm bagi kepala daerah lain agar tidak menyalahgunakan wewenang. "KPK terlihat makin agresif memburu koruptor di daerah," ujar salah satu pengamat.

Kinerja KPK di Daerah

Operasi ini menjadi OTT ke-7 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025-2026. Lembaga antirasuah sedang menyasar sektor infrastruktur di daerah yang dianggap rawan penyimpangan. Sebelumnya, dua bupati dari provinsi lain telah ditangkap dalam kasus serupa pada triwulan awal tahun ini.

Langkah Hukum Selanjutnya

Gatut Sunu Wibowo menjalani pemeriksaan 1x24 jam di gedung KPK. Status tersangka akan diumumkan setelah gelar perkara. Jika terbukti, ia dapat dijerat Pasal 12 huruf a atau b Undang-Undang Tipikor dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana minimal 4 tahun dan denda miliaran rupiah.

Apabila ditetapkan sebagai tersangka, KPK akan langsung melakukan penahanan selama 20 hari pertama dan dapat diperpanjang. Asep Guntur juga membuka kemungkinan penetapan tersangka baru dari pihak kontraktor atau pejabat teknis di dinas terkait.

"Kami mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberantas korupsi. Terus awasi, karena korupsi adalah musuh kita bersama," tutup Asep.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User