Serangan Rusia Menggila: Kyiv dan Odesa Bergetar Dini Hari

BARU SAJA — Rusia melancarkan serangan rudal dan drone mematikan ke Kyiv dan Odesa pada Sabtu (11/7) dini hari. Gelombang serangan ini merupakan yang terintensif dalam sebulan terakhir. Sistem pert...

Jul 12, 2026 - 16:19
0 0

BARU SAJA — Rusia melancarkan serangan rudal dan drone mematikan ke Kyiv dan Odesa pada Sabtu (11/7) dini hari.

Gelombang serangan ini merupakan yang terintensif dalam sebulan terakhir. Sistem pertahanan udara Ukraina berjuang keras. Namun, beberapa proyektil berhasil menembus pertahanan.

Dampak di Kyiv:

  • Setidaknya 18 warga sipil tewas, termasuk 3 anak-anak.
  • 42 orang mengalami luka-luka serius.
  • 4 blok apartemen ambruk total.
  • Pemadaman listrik melanda 50.000 rumah.

Puing-puing berserakan di jalan-jalan utama. Saksi mata mendengar ledakan dahsyat beruntun. "Saya kira kiamat," ujar seorang warga yang selamat.

Odesa Diserang Drone Kamikaze

Kota pelabuhan strategis Odesa tidak luput. Drone Shahed buatan Iran membombardir infrastruktur pelabuhan. Terminal biji-bijian terbakar hebat.

Akibatnya:

  • 3 pekerja pelabuhan tewas.
  • 2 kapal kargo asing rusak parah.
  • Kebakaran meluas ke fasilitas penyimpanan minyak.
  • Ekspor gandum terhenti total. Harga pangan global terancam.

Tim pemadam kebakaran berjibaku semalaman. "Ini sabotase terhadap ketahanan pangan dunia," kecam Menteri Infrastruktur Ukraina.

Respons Cepat Pemerintah

Presiden Zelenskyy segera menggelar rapat darurat. Ia kembali mendesak NATO untuk memasok sistem pertahanan udara canggih. "Setiap menit keterlambatan adalah nyawa melayang."

Wali Kota Kyiv mengonfirmasi evakuasi massal di distrik terdampak. "Kami akan membangun kembali. Tapi sekarang, selamatkan yang hidup."

UPDATE 05.45 WIB: Militer Ukraina mengklaim menembak jatuh 22 dari 35 rudal jelajah. Namun, serpihan puing tetap jatuh di area pemukiman. Korban terus bertambah. Tim penyelamat masih mencari korban selamat di bawah reruntuhan.

Dunia Bereaksi

Uni Eropa mengutuk keras serangan ini. AS berjanji mempercepat pengiriman bantuan militer. PBB menyerukan gencatan senjata segera.

Sementara itu, Rusia bungkam. Tidak ada pernyataan resmi dari Moskow. Analis militer menilai ini sebagai peningkatan eskalasi menjelang KTT NATO.

Warga Ukraina tetap tegar. "Mereka bisa menghancurkan rumah kami, tapi tidak semangat kami," kata seorang relawan di Kyiv.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User