Pertamina Pastikan Kesiapan Distribusi B50 dan Rantai Pasok

Pertamina melalui subholding downstream, Pertamina Patra Niaga, baru saja mengonfirmasi kesiapan penuh dalam menjalankan program mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang ditugaskan pemerintah. Langkah...

Jul 12, 2026 - 16:30
0 0

Pertamina melalui subholding downstream, Pertamina Patra Niaga, baru saja mengonfirmasi kesiapan penuh dalam menjalankan program mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang ditugaskan pemerintah. Langkah ini menjadi tonggak krusial percepatan transisi energi nasional.

Infrastruktur dan Logistik Terintegrasi

Menurut data internal, seluruh terminal bahan bakar minyak (TBM) milik Pertamina telah dilengkapi fasilitas blending in-line untuk mencampur solar dengan biodiesel berbasis minyak sawit. Sebanyak 114 terminal telah diuji dan mampu mengolah campuran hingga B50 tanpa hambatan teknis. Kapasitas tangki penyimpanan biodiesel ditingkatkan hingga 25 persen di titik-titik strategis, termasuk Sumatera dan Kalimantan, guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Kapasitas blending harian mencapai 80.000 kiloliter, memadai untuk memenuhi permintaan nasional.

Moda transportasi multitruk, kereta ketel, dan kapal kargo disiagakan untuk mengamankan arus pasok dari produsen ke seluruh depo prioritas. "Kami telah melakukan simulasi penyaluran B50 di 30 titik rawan, hasilnya zero defect," ujar sumber internal yang enggan disebut namanya.

Uji Coba Mesin dan Spesifikasi

Sebelum diimplementasikan penuh, Pertamina bersama Balitbang ESDM melakukan pengujian pada 1.200 unit kendaraan bermesin diesel di berbagai sektor. Hasilnya, 92 persen mesin dapat beroperasi optimal dengan B50 dan hanya memerlukan penyesuaian minor pada filter bahan bakar. Spesifikasi B50 yang ditetapkan memiliki angka setana minimal 51 serta kandungan sulfur di bawah 50 ppm, melampaui standar Euro 4. Uji jalan massal juga melibatkan armada transportasi publik di Jakarta dan Surabaya untuk validasi performa jangka panjang.

Dampak pada Ketahanan Energi

Program B50 diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp 120 triliun per tahun melalui pengurangan impor solar. Selain itu, serapan minyak sawit domestik meningkat tajam, memberi kepastian pendapatan bagi lebih dari 2,5 juta petani kelapa sawit. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dalam keterangan tertulis, menyatakan, "Kesiapan ini adalah bukti komitmen kami mengamankan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri sawit."

Koordinasi dan Antisipasi Gangguan

Untuk memastikan distribusi tanpa henti, dibentuk satuan tugas khusus yang beroperasi 24 jam dengan sistem monitoring digital real-time. Teknologi ini dipasang di seluruh titik blending guna mendeteksi anomali kualitas atau volume secara langsung. Apabila terjadi gangguan lokal, pasokan dari terminal terdekat dapat dialihkan dalam waktu maksimal 4 jam. Stok penyangga biodiesel di setiap terminal dijaga minimal untuk kebutuhan 7 hari operasi guna mengantisipasi keterlambatan pengiriman dari pabrik.

Saat ini, B50 sedang dalam tahap uji jalan nasional, dengan target penerapan penuh pada kuartal pertama tahun depan. Masyarakat diimbau tidak khawatir karena transisi dilakukan bertahap dan terkendali, didukung oleh seluruh rantai pasok yang telah terintegrasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User