Komisi III DPR Tegaskan Kasus Korupsi Libatkan Oknum, Bukan Institusi
JAKARTA — Komisi III DPR RI baru saja menggelar kunjungan mendadak ke Kejaksaan Agung, menegaskan bahwa dua skandal korupsi besar yang tengah disidik hanya melibatkan segelintir oknum, bukan institu...
JAKARTA — Komisi III DPR RI baru saja menggelar kunjungan mendadak ke Kejaksaan Agung, menegaskan bahwa dua skandal korupsi besar yang tengah disidik hanya melibatkan segelintir oknum, bukan institusi penegak hukum secara keseluruhan.
Fokus Pada Batu Bara dan ASABRI
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman, menyoroti perkembangan dua kasus prioritas: dugaan korupsi tata niaga batu bara dan korupsi di tubuh PT ASABRI. Kedua perkara itu disebut telah merugikan negara puluhan triliun rupiah.
- Kasus batu bara: modus penguasaan tambang ilegal oleh aktor non-birokrat yang mengantongi izin dari pejabat.
- ASABRI: investasi fiktif dan penggelembungan harga saham yang menjerat sejumlah nama besar.
Habiburokhman menekankan bahwa kunjungan ini bukan untuk menekan, melainkan memastikan proses hukum tetap terang. “Ini murni perbuatan oknum, tidak merepresentasikan wajah institusi Kejaksaan yang kami hormati,” ujarnya singkat.
Evakuasi Citra, Bukan Evakuasi Tersangka
Dalam pertemuan tertutup selama hampir dua jam itu, Komisi III meminta Kejaksaan Agung mempublikasikan secara transparan setiap langkah penyidikan. Mereka juga mendorong agar tidak ada kesan tebang pilih dalam menetapkan tersangka.
Menit lalu, beredar kabar bahwa tim penyidik sudah mengantongi nama-nama baru yang diduga terlibat dalam pusaran kasus batu bara. Saksi mata dari dalam gedung menyebutkan bahwa Habiburokhman sempat menunjukkan bukti tambahan berupa dokumen transfer ke rekening pribadi pejabat.
“Kami ingin Kejaksaan menjadi bersih. Kalau ada oknum yang main-main, tangkap. Jangan lindungi,” tegas politikus senior itu.
Kondisi darurat siaga sempat diperketat di sekitar kompleks Kejaksaan Agung selama kunjungan berlangsung. Sejumlah anggota kepolisian bersiaga mengantisipasi potensi demonstrasi, namun situasi tetap terkendali.Komisi III berjanji akan memanggil pimpinan Kejaksaan Agung lagi pekan depan jika progres dua kasus ini belum juga terlihat signifikan. Mereka ingin memastikan bahwa upaya pembersihan internal berjalan tanpa kompromi.
Comments (0)