Kimia Farma Ungkap Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat Nasional Lampaui 95%
Jakarta, Beritatercepat.com – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menyoroti masih tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap pasokan bahan baku obat dari luar negeri. Dalam laporan
Jakarta, Beritatercepat.com – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menyoroti masih tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap pasokan bahan baku obat dari luar negeri. Dalam laporan yang diterima media kami, perusahaan pelat merah tersebut menyebut angka ketergantungan impor bahan baku obat (BBO) Indonesia saat ini telah menembus lebih dari 95%.
Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma, Hadi Kardoko, menjelaskan bahwa realitas tersebut menempatkan sektor kesehatan Tanah Air dalam posisi yang sangat rentan terhadap dinamika global. Menurutnya, ketahanan farmasi nasional mudah terguncang oleh berbagai faktor eksternal, mulai dari gangguan logistik internasional hingga fluktuasi nilai tukar mata uang.
"Sampai saat ini ketergantungan industri farmasi nasional terhadap impor bahan baku sangat tinggi karena mencapai lebih dari 95%. Hal ini menempatkan ketahanan kesehatan Indonesia dalam posisi yang sangat rentan terhadap guncangan global. Gejolak geopolitik seperti konflik di kawasan Iran dan Timur Tengah terbukti memberikan dampak domino yang nyata, mulai dari disrupsi rantai pasok global, lonjakan biaya logistik dan energi, hingga ancaman kelangkaan bahan baku serta produk jadi di pasar domestik,"
Pernyataan tersebut disampaikan Hadi dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (26/6/2026). Ia menekankan bahwa potensi kelangkaan obat di dalam negeri bukanlah isapan jempol belaka, melainkan konsekuensi langsung dari ketidakstabilan konstelasi politik dan ekonomi di berbagai belahan dunia. Lonjakan biaya pengiriman dan energi turut memperparah beban produksi, yang pada akhirnya berpotensi mengerek harga obat di tingkat konsumen.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Kimia Farma menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan serta pemanfaatan bahan baku lokal. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan pada pasar internasional dan memperkuat kemandirian sektor farmasi Indonesia di masa depan. Dengan memperkuat rantai pasok domestik, diharapkan industri kesehatan nasional mampu lebih tangguh menghadapi potensi krisis serupa di kemudian hari.
Comments (0)