Rugi Indofarma Susut Drastis Jadi Rp 77,9 Miliar di Tahun 2025

Jakarta - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) mencatatkan penurunan rugi bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perseroan membukukan rugi bersih sebesar

Jul 08, 2026 - 06:11
0 0
Rugi Indofarma Susut Drastis Jadi Rp 77,9 Miliar di Tahun 2025

Jakarta - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) mencatatkan penurunan rugi bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 77,9 miliar, menyusut tajam hingga 76,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, emiten farmasi pelat merah ini masih menanggung rugi bersih mencapai Rp 334,5 miliar. Capaian positif ini menjadi sinyal perbaikan kinerja di tengah tekanan berat yang masih membayangi industri.

Dari sisi pendapatan, INAF berhasil mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 151,5 miliar sepanjang 2025. Meski perseroan belum sepenuhnya lepas dari jerat kerugian, perbaikan bottom line yang drastis ini menunjukkan efektivitas strategi restrukturisasi yang dijalankan manajemen.

"Kami masih menghadapi tantangan likuiditas dan dinamika ekonomi global yang tidak menentu. Namun, penurunan rugi ini menjadi bukti bahwa langkah transformasi mulai membuahkan hasil," ungkap manajemen INAF dalam keterangan resmi yang dikutip media kami, Selasa (24/6/2025).

Keberhasilan menekan kerugian ditopang oleh beberapa faktor kunci. Pertama, beban umum dan administrasi berhasil dipangkas signifikan hingga 55,2%. Kedua, perseroan menjalankan program efisiensi operasional secara menyeluruh di seluruh lini bisnis. Ketiga, optimalisasi pendapatan lain di luar penjualan produk turut memberikan kontribusi positif pada kinerja keuangan.

Industri farmasi nasional memang tengah menghadapi tekanan berlapis. Selain keterbatasan likuiditas yang menghambat ekspansi, ketidakpastian ekonomi global juga memicu fluktuasi harga bahan baku impor yang menjadi komponen utama produksi obat-obatan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, manajemen INAF optimistis tren pemulihan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Perseroan terus menggenjot upaya perbaikan tata kelola, restrukturisasi utang, serta peningkatan produktivitas guna kembali mencetak laba bersih.

Dengan pencapaian ini, INAF menunjukkan komitmen kuat untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi perusahaan farmasi yang sehat secara finansial sekaligus mampu bersaing di pasar domestik maupun regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User