Kemensos Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas Jombang lewat ATENSI

JOMBANG, DETIK INI JUGA — Kementerian Sosial langsung terjun ke pelosok Jombang mengubah keterbatasan jadi kekuatan ekonomi. Lewat program ATENSI, para penyandang disabilitas kini bukan lagi penerim...

Jul 12, 2026 - 14:56
0 0
Kemensos Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas Jombang lewat ATENSI

JOMBANG, DETIK INI JUGA — Kementerian Sosial langsung terjun ke pelosok Jombang mengubah keterbatasan jadi kekuatan ekonomi. Lewat program ATENSI, para penyandang disabilitas kini bukan lagi penerima pasif, melainkan produsen telur asin, tas anyaman, dan sapu serabut kelapa yang siap merebut pasar lokal.

Aksi nyata ini terkuak pada Sabtu (4/7/2026) di Balai Desa Dukuhklopo, Peterongan. Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, menyaksikan langsung denyut produktivitas yang tak lagi mengenal stigma.

Dari Rehabilitasi ke Arena Produksi

Bukan sekadar terapi, Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras dan Mantap Jiwa di Sumobito menjelma menjadi inkubator usaha inklusif. Di sini, para penyandang disabilitas psikososial—yang akrab disapa “para tersayang”—mengukir ulang identitas mereka dari label klinis menjadi pelaku ekonomi.

  • Telur asin: Diproduksi segar setiap pagi dari bahan baku lokal, menghasilkan aroma gurih yang langsung menarik perhatian.
  • Tas anyaman: Jemari lincah peserta menghasilkan pola rumit berkualitas tinggi, dipasarkan melalui bazar dan daring.
  • Sapu sabut kelapa: Limbah kelapa diolah menjadi produk rumah tangga tahan lama, membuka ceruk pasar baru.

Fatma Saifullah Yusuf menegaskan, sebutan “para tersayang” sengaja dipilih untuk menghapus jarak dan menumbuhkan kepercayaan diri. “Kasih sayang adalah pondasi pemulihan. Ketika mereka merasa diterima, produktivitas muncul dengan sendirinya,” ujarnya di sela kunjungan.

Pendampingan Penuh, Bukan Sekadar Bantuan

Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menjadi ujung tombak yang memastikan setiap penerima manfaat mendapat pelatihan keterampilan, rehabilitasi sosial, hingga akses permodalan. Bantuan alat produksi dan pendampingan pemasaran disalurkan secara konsisten. Hasilnya, omzet kelompok usaha di dua poskeswa itu dilaporkan naik hingga 40 persen dalam tiga bulan terakhir.

“Kami tidak mau memberi ikan, tapi pancing dan cara menjualnya,” kata seorang pendamping dari puskesmas setempat. Pola ini terbukti membuat ketergantungan menurun drastis. Kini, beberapa peserta bahkan mampu menyisihkan keuntungan untuk memperluas varian produk.

Kementerian Sosial melalui ATENSI terus menargetkan replikasi model serupa di 15 kabupaten lain tahun ini. Jombang menjadi contoh bahwa inklusivitas bukan hanya slogan, melainkan mesin ekonomi yang bergerak nyata. Data sementara mencatat lebih dari 80 penyandang disabilitas di Peterongan telah keluar dari garis kemiskinan sejak program bergulir awal 2026.

UPDATE: DWP Kemensos berencana menjembatani para pengrajin ini dengan pasar ekspor kerajinan tangan ke Malaysia dan Jepang pada kuartal ketiga mendatang. Harapannya, label “para tersayang” segera menjelma menjadi brand kebanggaan asal Jombang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User