Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu: Pikap Hantam Dua Truk, Belasan Nyawa Melayang
BARU SAJA — Tragedi mengerikan merobek dini hari di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/1) pukul 03.30 WIB. Sebuah mobil pikap sarat penumpang menabrak keras bagian belakang truk tronton ...
BARU SAJA — Tragedi mengerikan merobek dini hari di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/1) pukul 03.30 WIB. Sebuah mobil pikap sarat penumpang menabrak keras bagian belakang truk tronton yang sedang berhenti, terpental ke jalur berlawanan, dan langsung dihantam truk fuso. Benturan bertubi-tubi itu memakan korban jiwa hingga belasan orang tewas di tempat.
Kronologi Detik-detik Maut
Peristiwa nahas terjadi di Kilometer 12-13, Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Pikap bernomor polisi E 1234 AB melaju kencang dari arah Cirebon menuju Indramayu. Saksi mata menyebut laju kendaraan tak terkendali, diduga sopir mengantuk berat. Saat mendekati sebuah truk tronton yang parkir di bahu jalan, pikap gagal bermanuver. Tabrakan pertama tak terelakkan: bodi pikap langsung remuk di kolong truk.
Akibat hantaman dahsyat, pikap terpental ke sisi kanan dan masuk ke lajur berlawanan. Di saat bersamaan, dari arah sebaliknya meluncur truk fuso bermuatan material bangunan. Jarak yang terlalu dekat membuat sopir truk fuso tak mampu menghindar. Benturan kedua terjadi dengan suara menggelegar, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Fakta Genting di Lapangan
- Waktu kejadian: Senin, 22 Januari, pukul 03.30 WIB.
- Lokasi: KM 12-13 Jalur Pantura, Desa Sukareja, Balongan, Indramayu.
- Kendaraan terlibat: 1 pikap, 1 truk tronton, 1 truk fuso.
- Korban jiwa: 12 meninggal dunia di lokasi, 7 luka berat, 5 luka ringan.
- Dugaan penyebab: Sopir pikap mengantuk, kelebihan muatan penumpang.
Evakuasi Dramatis
Tim gabungan dari Polres Indramayu, TNI, BPBD, Damkar, dan relawan tiba 15 menit pascakejadian. Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena kondisi pikap yang penyok total. Alat berat dikerahkan untuk memisahkan badan kendaraan. Korban selamat segera dilarikan ke IGD RSUD Indramayu, sementara jenazah dievakuasi ke kamar mayat rumah sakit yang sama.
KONFIRMASI 07.00 WIB: Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Dian Pratama, membenarkan jumlah korban meninggal 12 orang. “Sopir pikap termasuk dalam daftar tewas. Kami masih melakukan identifikasi karena sebagian besar korban tidak membawa identitas,” ujarnya kepada awak media.
Saksi Mata: Suara Seperti Bom
Sutarno (45), warga yang tinggal 50 meter dari lokasi, mengaku terbangun oleh dentuman keras. “Saya kira truk tangki meledak. Pas saya lari ke jalan, lihat pemandangan ngeri. Banyak orang tergeletak, darah di mana-mana,” tuturnya dengan suara parau. Ia langsung membantu warga lain mengeluarkan korban sebelum ambulans datang.
Identifikasi dan Daftar Korban
Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi korban masih intensif dilakukan. Polisi mengantongi sejumlah nama namun belum bisa merilis penuh karena menunggu konfirmasi keluarga. Beberapa korban diketahui bekerja sebagai buruh pasar yang hendak ke Losarang.
Daftar sementara korban tewas yang berhasil dihimpun di lapangan:
- 1. Sdr. AY (32), warga Sukra, Indramayu
- 2. Sdr. BS (28), warga Sukra, Indramayu
- 3. Sdr. CW (35), warga Jatibarang, Indramayu
- 4. Sdr. DP (40), warga Cirebon
- 5. Sdr. ER (25), warga Cirebon
- (Daftar lengkap menyusul setelah verifikasi keluarga)
Pihak RSUD Indramayu juga merilis data korban luka namun tanpa menyebut nama. “Kami masih fokus menyelamatkan jiwa. Nanti setelah stabil, data bisa diakses keluarga,” ujar Humas RSUD.
Langkah Penyelidikan dan Dampak Lalu Lintas
Polres Indramayu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sopir pikap akan diautopsi untuk memastikan dugaan microsleep atau pengaruh alkohol. Jalur Pantura sempat ditutup total dua jam, menyebabkan antrean kendaraan hingga 5 kilometer. Kini, jalan sudah dibuka secara terbatas dengan sistem buka tutup.
Kecelakaan ini kembali menambah daftar kelam di Pantura yang dikenal rawan. Pemerintah Kabupaten Indramayu mendesak peningkatan fasilitas penerangan jalan dan pemasangan rambu reflektif di titik-titik rawan. “Kami tidak bisa biarkan jalan ini terus memakan korban setiap bulan,” tegas Bupati Indramayu dalam keterangan tertulis.
Baca juga:
Comments (0)