Sekolah Rakyat Resmi Dibuka, MPLS Hari Pertama Siswa Miskin Ekstrem
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Sekolah Rakyat resmi memulai kegiatan perdananya pagi ini, Senin (13/7/2026). Ratusan siswa dari keluarga miskin ekstrem menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)...
JAKARTA, DETIK INI JUGA — Sekolah Rakyat resmi memulai kegiatan perdananya pagi ini, Senin (13/7/2026). Ratusan siswa dari keluarga miskin ekstrem menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula Pusdiklat Kesejahteraan Sosial Kemensos RI, menandai babak baru pendidikan gratis berasrama.
Registrasi dan Seragam Gratis
Hari pertama berjalan dengan agenda padat. Setiap siswa melalui proses pendaftaran ulang, menerima paket seragam lengkap, dan langsung berkenalan dengan jajaran guru serta tenaga kependidikan. Suasana aula tampak tertib namun penuh semangat. Para pendidik menyambut anak-anak ini dengan antusias, memastikan transisi mereka ke lingkungan belajar yang baru berjalan mulus.
Sistem Asrama: Solusi Pendidikan Inklusif
Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Program ini dirancang dengan sistem asrama penuh—gratis—menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera dan sangat miskin. Dengan model ini, peserta didik tidak hanya mendapat akses akademik, tetapi juga tempat tinggal, makan, dan pembinaan karakter sepanjang hari.
Fakta-fakta kunci program:
- Pendidikan formal gratis, tanpa pungutan apa pun.
- Sistem berasrama penuh, mencakup kebutuhan hidup dasar.
- Mencakup tiga jenjang: SD, SMP, dan SMA.
- Dikelola di bawah Kementerian Sosial RI.
- Kurikulum disesuaikan dengan lingkungan asrama, menggabungkan akademik dan keterampilan hidup.
Arahan Presiden: Memutus Rantai Kemiskinan
Program ini merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial. Tujuan besarnya sangat jelas: memotong rantai kemiskinan yang mengakar lewat peningkatan mutu sumber daya manusia. Dengan mendidik anak-anak dari keluarga termiskin secara intensif dan holistik, pemerintah berharap lahir generasi yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Menteri Sosial dan jajarannya terus memantau perkembangan hari pertama ini. Laporan lapangan menyebutkan tidak ada kendala berarti. Para siswa terlihat antusias, beberapa di antaranya bahkan sudah mulai berinteraksi dan membangun pertemanan. Masa orientasi yang akan berlangsung beberapa hari ke depan juga diisi dengan pengenalan aturan asrama, nilai-nilai kebangsaan, dan pembiasaan disiplin.
Kehadiran Sekolah Rakyat disambut sebagai angin segar oleh banyak pihak. Selama ini, akses pendidikan bermutu kerap menjadi barang mewah bagi keluarga miskin ekstrem. Kini, negara hadir langsung membuka pintu lebar-lebar. Program berasrama diharapkan tidak hanya membekali ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter tangguh dan mencegah anak-anak putus sekolah karena tekanan ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, proses MPLS masih berlangsung. Tim Beritatercepat akan terus menyampaikan perkembangan situasi dari lokasi.
Baca juga:
Comments (0)