Kecelakaan Maut di Indramayu: 10 Tewas, Polisi Dalami Penyebab
INDRAMAYU — Angka kematian akibat tabrakan mengerikan di jalur pantura Indramayu terus merangkak. Data terkini dari kepolisian mengonfirmasi total 10 orang meregang nyawa, bertambah dari laporan awa...
INDRAMAYU — Angka kematian akibat tabrakan mengerikan di jalur pantura Indramayu terus merangkak. Data terkini dari kepolisian mengonfirmasi total 10 orang meregang nyawa, bertambah dari laporan awal yang hanya mencatat 8 korban jiwa.
Kepastian itu disampaikan setelah dua penumpang kritis yang sempat dirawat intensif di RSUD Indramayu akhirnya tak tertolong pada Selasa (15/4) pukul 03.10 WIB. Keduanya mengalami trauma berat di kepala dan pendarahan internal hebat.
Detik-Detik Maut di Jatibarang
Insiden tragis ini bermula sekitar pukul 23.45 WIB, Senin malam (14/4). Sebuah minibus Isuzu Elf bernomor polisi E 1234 XY yang mengangkut rombongan keluarga pulang dari hajatan di Cirebon bertabrakan frontal dengan truk tronton pengangkut material bangunan. Lokasi tepatnya di KM 142 Jalan Raya Indramayu-Cirebon, Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang.
Saksi mata, Rudi (45), warga sekitar, menuturkan bahwa truk tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam minibus yang melaju dari arah berlawanan. “Suaranya sangat keras seperti bom. Saya langsung lari ke lokasi dan melihat banyak korban tergeletak di jalan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Evakuasi Penuh Drama
Petugas kepolisian, ambulans, dan tim SAR tiba sekitar 30 menit setelah kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena bodi minibus ringsek parah, menjepit banyak penumpang. Alat pemotong hidrolik dikerahkan untuk mengeluarkan korban yang terjebak. Api kecil sempat muncul dari mesin truk, namun cepat dipadamkan warga.
- Waktu: Senin, 14 April 2025, pukul 23.45 WIB.
- Titik: KM 142, jalur Indramayu-Cirebon, area rawan blackspot.
- Kendaraan: Minibus Isuzu Elf vs truk tronton bermuatan pasir.
- Korban meninggal: 10 jiwa (6 dewasa, 4 anak-anak).
- Luka berat: 7 orang, dirawat di RSUD Indramayu dan RS Mitra Plumbon.
- Sopir truk: Selamat dengan luka ringan, kini dalam pengawasan polisi.
Identifikasi DVI dan Duka Keluarga
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat langsung turun tangan. Proses identifikasi terkendala karena sejumlah jenazah mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan. Pihak rumah sakit membuka posko antemortem bagi keluarga yang kehilangan anggota. Hingga siang ini, baru 6 jenazah yang berhasil dikenali dan diserahkan ke pihak keluarga.
Sorak tangis pecah di depan ruang jenazah RSUD Indramayu saat pihak keluarga tiba. Santi (38), warga Lohbener, histeris mengetahui suami dan kedua anaknya termasuk dalam daftar korban tewas. “Tadi malam mereka masih video call, katanya sebentar lagi sampai rumah,” isaknya.
Penyelidikan Mendalam
Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar menegaskan pihaknya belum menetapkan tersangka. Olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung. Tim lalu lintas dan laboratorium forensik mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV dari warung terdekat dan memeriksa kondisi rem truk. “Kami duga ada kelalaian, tapi kami harus ilmiah. Tidak boleh asal tunjuk,” katanya saat konferensi pers.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan truk diduga kelebihan muatan hingga 40% di atas kapasitas. Sopir truk, Jumadi (52), mengaku mengantuk dan sempat kehilangan kendali. Pihak perusahaan pemilik truk juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
Rawan Kecelakaan, Pemerintah Didorong Bertindak
Jalur Indramayu-Cirebon selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan karena minim penerangan dan padatnya kendaraan besar. Data Satlantas Polres Indramayu mencatat, sepanjang 2024 terjadi 34 kecelakaan di ruas jalan tersebut dengan 19 korban jiwa.
Bupati Indramayu terpilih menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memasang lampu jalan dan rambu peringatan tambahan. Sementara itu, para pengguna jalan diimbau lebih berhati-hati, terutama saat malam hari.
Baca juga:
Comments (0)