Tabrakan Maut Pantura Indramayu: 10 Nyawa Melayang, Jalur Lumpuh
INDRAMAYU – Kecelakaan dahsyat melanda jalur pantura di wilayah Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7) siang. Sedikitnya 10 orang tewas di tempat setelah sebuah pikap penumpang bertabrakan dengan...
INDRAMAYU – Kecelakaan dahsyat melanda jalur pantura di wilayah Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7) siang. Sedikitnya 10 orang tewas di tempat setelah sebuah pikap penumpang bertabrakan dengan truk tronton dari arah berlawanan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu langsung memicu kemacetan parah hingga lebih dari 5 kilometer. Kendaraan yang terlibat ringsek berat, terutama pikap yang mengangkut belasan penumpang.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, pikap yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta tiba-tiba oleng ke kanan. Diduga sopir mengantuk atau ban pecah. Truk tronton bermuatan pakan ternak yang melaju dari arah berlawanan tak bisa menghindar. Tabrakan frontal tak terelakkan. Sebuah kendaraan di belakang truk ikut terhantam serpihan.
"Suaranya sangat keras seperti bom. Saya lihat langsung pikap itu sampai ringsek dan banyak korban terpental," ujar seorang saksi yang berada di warung pinggir jalan.
Korban dan Evakuasi
Dari data sementara, 10 orang meninggal dunia di lokasi, sementara 8 lainnya luka berat dan ringan. Seluruh korban merupakan penumpang pikap. Belasan ambulans dari PMI dan rumah sakit sekitar dikerahkan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena beberapa jasad terjepit di antara bangkai kendaraan.
- 10 korban tewas – 7 pria, 3 wanita
- 8 korban luka dilarikan ke RSUD Indramayu
- 2 korban kritis dirawat intensif
- Identitas masih dalam proses identifikasi
Penyebab Sementara
Polisi Satlantas Polres Indramayu masih mendalami penyebab pasti. Namun dugaan kuat mengarah pada human error dan kondisi teknis kendaraan. Sopir pikap diduga kehilangan kendali saat menyalip kendaraan lain di tikungan. Ban pikap dalam kondisi botak, sehingga memperparah situasi.
Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengurai kemacetan, polisi memberlakukan sistem buka-tutup di kilometer 215 hingga 220. Pengendara dari arah Jakarta dialihkan ke jalur tengah. Dampak kecelakaan ini membuat arus mudik lokal tersendat hingga sore hari.
"Kami kerahkan 40 personel untuk atur lalu lintas dan olah TKP. Mohon pengguna jalan bersabar," kata Kasat Lantas Polres Indramayu.
Hingga pukul 17.00 WIB, petugas gabungan masih berjibaku mengevakuasi bangkai kendaraan dan mengidentifikasi korban. Arus lalu lintas di sekitar lokasi perlahan mulai normal meski masih tersendat di beberapa titik.
Imbauan dan Peringatan
Kepolisian kembali mengingatkan para pengemudi di jalur pantura untuk mematuhi batas kecepatan dan tidak memaksakan kendaraan angkut penumpang melebihi kapasitas. Pikap yang biasanya digunakan untuk angkutan barang kerap disalahgunakan sebagai transportasi umum dadakan.
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Pantura pada tahun ini. Pihak berwenang akan melakukan investigasi menyeluruh termasuk tes urine pada sopir truk yang selamat. Polisi memastikan akan menindak tegas pelanggaran muatan berlebih yang kerap terjadi di jalur ini.
Baca juga:
Comments (0)