Prabowo: Wartawan Itu Kawan, Tak Peduli Salah Ucap

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dengan enteng menyebut wartawan sebagai “kawan” di hadapan ribuan peserta Hari Koperasi Nasional. Pernyataan ini langsung mencairkan suasana formal di Indones...

Jul 12, 2026 - 21:00
0 0
Prabowo: Wartawan Itu Kawan, Tak Peduli Salah Ucap

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dengan enteng menyebut wartawan sebagai “kawan” di hadapan ribuan peserta Hari Koperasi Nasional. Pernyataan ini langsung mencairkan suasana formal di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Prabowo yang hadir sebagai pembicara utama dalam acara bertajuk “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” itu tak segan melontarkan candaan. Ia mengakui banyak mata dan telinga media yang bersiaga menanti dirinya terpeleset kata. Namun, alih-alih bersikap defensif, ia justru merangkul para jurnalis.

“Wartawan Sama Gue Itu Kawan”

Momen tak terduga itu bermula saat Prabowo membahas karakter asli bangsa Indonesia. Menurutnya, masyarakat terlalu baik kepada tamu. Sebelum melanjutkan poin tersebut, ia mencolek Menteri Agama Nasaruddin Umar yang duduk di barisan depan. “Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya, boleh?” tanyanya dengan nada rendah. Jemaah spontan bersorak mendukung.

Setelah mendapat lampu hijau, Prabowo lantas menatap deretan kamera. Tanpa ragu ia berkata, “Media lagi nunggu saya bicara kepeleset. Enggak apa-apa. Wartawan sama gue itu kawan.” Kalimat itu disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari peserta yang memadati arena.

Presiden tak berhenti di situ. Ia menyelipkan bahasa Inggris, “Kita friend, tahu friend? Kalau ada kataku yang salah, jangan disimpan dalam hati.” Gaya blusukan verbal ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan peliput acara.

Fokus Koperasi, Bumbu Humor

Di tengah candaannya, Prabowo tetap mengarahkan pidato pada substansi: pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Beberapa kali ia berkelakar tentang kemudahan mengakses program pemerintah, namun tetap menekankan pentingnya kolaborasi antara koperasi dan perbankan nasional.

Berikut fakta cepat dari pidato tersebut:

  • Event: Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79, dihadiri ribuan pelaku koperasi se-Indonesia.
  • Gaya bicara: Prabowo menggunakan campuran bahasa formal dan sehari-hari, termasuk istilah “friend” dan “kepeleset”.
  • Relasi media: Presiden menegaskan wartawan adalah mitra, bukan ancaman, meskipun disebut “majikan kadang-kadang” menyulitkan.
  • Program utama: Pemerintah mendorong digitalisasi koperasi desa dan penyaluran KUR untuk anggota koperasi.

Di sela pemaparan teknis, Prabowo tak luput menyelipkan humor. Saat menjelaskan konsep digitalisasi, ia berkata, “Jangan takut sama digital, nanti kita kirim anak-anak muda buat ngajarin.” Pernyataannya kembali mengundang tawa. Ia juga sempat menegaskan bahwa media kerap menggunakan istilah asing yang sulit dicerna masyarakat, namun ia tetap menghargai peran mereka.

Para hadirin yang didominasi pengurus koperasi dari berbagai daerah tampak antusias. Sesi tanya jawab informal pun terjadi, di mana Prabowo kembali melempar humor tentang birokrasi yang rumit. Intinya, ia ingin koperasi menjadi lebih berdaya tanpa terhambat administrasi.

Pengamat politik menilai pendekatan Prabowo ini sengaja membangun citra pemimpin yang merakyat dan tidak kaku. “Dengan menyebut wartawan sebagai kawan, ia coba mereduksi sekat antara kekuasaan dan pers. Ini strategi komunikasi yang efektif di era transparansi,” ujar seorang analis komunikasi politik dari Universitas Indonesia. Senada dengan itu, hadirin mengaku lebih nyaman dengan gaya bicara yang tidak monoton.

Terlepas dari interpretasi, yang jelas Prabowo telah mencuri perhatian. Bukan hanya karena program koperasinya, tapi karena caranya menanggapi sorotan media dengan senyuman.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User