Prabowo: Koperasi Bangkit Jadi Pilar Ekonomi Nasional

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gerakan koperasi Indonesia sedang dipersiapkan untuk bangkit sebagai kekuatan utama perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung di h...

Jul 12, 2026 - 20:15
0 0
Prabowo: Koperasi Bangkit Jadi Pilar Ekonomi Nasional

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gerakan koperasi Indonesia sedang dipersiapkan untuk bangkit sebagai kekuatan utama perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan ribuan pelaku koperasi dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Sabtu (12/7).

Komitmen di Panggung Harkopnas

Di tengah sorotan isu ketimpangan ekonomi, kepala negara menyebut koperasi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan jawaban masa depan. "Pemerintah tidak akan setengah hati. Koperasi akan kita tempatkan sebagai soko guru yang sesungguhnya, bukan hanya di buku-buku pelajaran," tegas Presiden. Forum tahunan itu menjadi panggung untuk menegaskan bahwa era koperasi yang lesu akan segera berakhir.

Prabowo menguraikan tiga pilar utama kebangkitan: pendanaan masif, digitalisasi sistem tata kelola, dan kemitraan langsung dengan BUMN serta industri besar. Anggaran revitalisasi sebesar Rp5,2 triliun telah dialokasikan dalam APBN Perubahan untuk modernisasi koperasi di 514 kabupaten/kota hingga akhir tahun 2027.

Revolusi Digital dan Inklusi Pasar

Pemerintah menyiapkan platform digital terpadu bernama Kopra agar koperasi desa bisa menembus rantai pasok global tanpa perantara. Dengan sistem itu, produk unggulan seperti kopi, rempah, dan kerajinan langsung terkoneksi dengan buyer internasional. "Petani dan pengrajin tidak boleh lagi jadi objek tengkulak. Mereka harus menjadi pemain utama di negeri sendiri," ujar Prabowo disambut tepuk tangan.

Selain platform, skema kredit usaha rakyat (KUR) khusus koperasi akan diperluas. Bunga KUR diturunkan menjadi 2,5 persen per tahun tanpa agunan tambahan bagi koperasi yang telah diaudit. Langkah ini diharapkan mendorong jumlah koperasi aktif yang saat ini masih berkisar di angka 127.000 unit untuk naik dua kali lipat dalam lima tahun.

Target Ambisius dan Pengawasan Ketat

Dalam pidatonya, Presiden tidak menutup mata terhadap masalah klasik koperasi, seperti mismanajemen dan korupsi pengurus. "Kita bangun koperasi, tapi pengawasan kita perketat. Tidak boleh ada lagi koperasi bodong yang mengorbankan rakyat kecil," tegasnya. Kementerian Koperasi dan UKM akan membentuk Satuan Tugas Kepatuhan Koperasi di tingkat provinsi yang bertugas melakukan audit berkala dan pendampingan hukum.

Target besar dicanangkan: kontribusi koperasi terhadap PDB yang saat ini sekitar 5,2 persen digenjot menjadi 12 persen pada tahun 2030. Untuk mencapai itu, sebanyak 10 juta wirausaha baru akan dicetak melalui inkubator bisnis berbasis koperasi di seluruh Indonesia. Presiden optimistis, dengan kekompakan, koperasi Indonesia bisa menjadi model ekonomi kerakyatan yang disegani dunia. "Saatnya koperasi terbang tinggi, sebab kekuatan kita ada pada gotong royong," pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User