Kasatgas PRR Dorong Sinkronisasi Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Jakarta, Beritatercepat.com – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya sinkronisasi di selu
Jakarta, Beritatercepat.com – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya sinkronisasi di seluruh program pemulihan yang tengah dijalankan. Ia meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) bersinergi agar tidak satu pun wilayah maupun kebutuhan masyarakat terdampak bencana yang tertinggal.
“Data kegiatan kementerian, lembaga, dan pemda harus dikumpulkan dan dipetakan secara menyeluruh agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif,” tegas Tito, dikutip Beritatercepat.com, Jumat (hari ini).
Penekanan Tito muncul di tengah percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah provinsi di Sumatera. Ragam bencana alam yang melanda—mulai dari banjir bandang, longsor, hingga gempa bumi—telah menimbulkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga yang cukup luas. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang masif memerlukan koordinasi lintas sektor agar sumber daya yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran.
Pemetaan Data Jadi Pondasi
Menurut Tito, langkah paling krusial adalah melakukan pemetaan dan konsolidasi data dari setiap program yang dimiliki oleh kementerian teknis, lembaga non-kementerian, dan pemda. Selama ini, data kegiatan kerap terfragmentasi sehingga menyulitkan evaluasi kesenjangan—apakah suatu daerah sudah menerima bantuan yang memadai, atau justru masih ada titik yang terabaikan.
Pemetaan yang dimaksud bukan hanya menyangkut lokasi, melainkan juga jenis intervensi: perbaikan rumah, fasilitas umum, sanitasi, pemulihan mata pencaharian, hingga dukungan psikososial. “Kalau data sudah terintegrasi, satgas bisa langsung membaca wilayah mana yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi, mana yang intervensinya sudah berlebih, dan mana yang sama sekali belum tersentuh,” ujar Tito menambahkan.
Sinergi Pusat dan Daerah
Kasatgas PRR juga mendorong agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lebih aktif menyampaikan kondisi riil di lapangan. Tidak jarang, data yang dimiliki pusat belum sepenuhnya mencerminkan dinamika di tingkat tapak. Oleh karena itu, pertemuan rutin antara satgas, bupati, dan wali kota direncanakan digelar untuk memutakhirkan perkembangan rekonstruksi.
Di sisi lain, Tito meminta setiap kementerian dan lembaga untuk menyusun laporan kemajuan secara transparan dan dapat diakses bersama. Platform digital yang memungkinkan pembaruan data real-time dinilai akan mempercepat sinkronisasi. “Kita tidak bisa lagi bekerja dalam sekat-sekat. Semua harus membuka data agar masalah bisa diurai dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Dengan sinkronisasi yang rapi, diharapkan masa pemulihan pascabencana di Sumatera bisa berjalan lebih singkat dan berkeadilan. Masyarakat yang selama ini menanti kepastian bantuan pun dapat segera merasakan dampak konkret dari program rehabilitasi yang dijalankan.
Laporan ini dinukil langsung dari pernyataan resmi Kasatgas PRR dan disusun oleh tim redaksi Beritatercepat.com.
Comments (0)